Wanita Dijadikan Taruhan Balap Liar, Kesaksian Warga: Kerap Jadi Cinta Satu Malam

Balap liar yang kerap terjadi di Jalan Jalur Sutera Utara menjadikan wanita sebagai taruhannya.

Wanita Dijadikan Taruhan Balap Liar, Kesaksian Warga: Kerap Jadi Cinta Satu Malam
Tribunjakarta.com
Kondisi Jalan Jalur Sutera Utara hari ini (7/6/2018) malam hari sekira pukul 21.00 WIB 

BANGKAPOS.COM - Balap liar yang kerap terjadi di Jalan Jalur Sutera Utara menjadikan wanita sebagai taruhannya.

Normalnya balap liar menjadikan uang sebagai bahan taruhannya.

Tapi tidak dengan pelaku balap liar di Jalan Sutera Selatan itu yang menjadikan wanita sebagai bahan taruhannya.

//

Dari kesaksian Tayib pedagang kopi disekitar kejadian, dia mendapatkan cerita bahwa wanita sering dijadikan bahan taruhan dalam balap motor liar itu.

"Sering bang cewek jadi taruhan, biasanya yang berantem cowoknya terus taruhannya cewek lawannya," beber Tayib saat ditemui dilokasi balap liar, Tangerang Selatan, Rabu (7/3/2018).

//

Pemenangnya akan mendapatkan siapa pun wanita yang dijadikan taruhan.

Mau tidak mau wanita itu harus menjadi pacar pria yang menang balapan.

"Kalau menang langsung pacaran dah tuh mereka berdua," ucapnya.

Dilansir dari ucapan pria beranak satu itu tak jarang wanita itu hanya dijadikan cinta satu malam.

Rata-rata pembalap liar itu masih dibawah umur.

Tindakan yang tak terpuji itu sering dilakukan pada malam minggu sekira pukul 19.00 WIB sampai selesai.

Pengendara diiimbau untuk berhati-hati bila melintas di jalan yang bersebalahan persis dengan Tol Merak-Jakarta dan di belakang Mall @Alam Sutera ini.

Untuk diketahui, jalan Jalur Sutera Selatan belakang Mall @ Alam Sutera sering dijadikan jalur balap liar oleh remaja sekitar.

Kondisi jalan yang lurus, sepi, dan tidak ada pengawasan dari kepolisian menjadikan tempat ini kerap dijadikan jalur balap liar remaja tidak bertanggung jawab.

"Sering sih nonton saja sambil jualan kopi, balapannya motor modifan biasa deh," ujar Tayib.

Nahasnya, tindakan ini dilakukan oleh remaja dibawah 17 tahun tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali.

"Kalau pakai helm dianggap bikin berat bang, yaa yasalam aja dah kalo jatuh," celetuk Tayib dalam logat betawinya.

Sering terjadi korban jatuh dalam tindakan yang tidak patut dicontoh ini.

Selain meresahkan pengendara yang ingin lewat, diduga sering terjadi tindak kriminal yang terjadi.

"Kadang sopir taksi online sering dipalakin bang kasian juga," tambah Tayib.

Aksi balap liar juga terkadang memakan perkelahian. Sebelumnya diberitakan, dua pelajar SMA swasta di Kota Bekasi ditangkap anggota Polsek Medansatria, Selasa (23/1/2018) siang.

Mereka diamankan karena terbukti mengeroyok Firmansyah (17), pelajar lain hingga korban mendapatkan 30 jahitan di bagian punggungnya.

Kapolsek Medansatria Komisaris I Made Suweta mengatakan, pelajar yang diamankan berinisial RR (18) dan RE (17).

Mereka mengeroyok Firmansyah menggunakan sebilah celurit dan tangan kosong di Kawasan Harapan Indah, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria pada Minggu (21/1/2018) dini hari lalu.

“Usai mengeroyok, kedua pelaku melarikan diri. Sementara korban dibawa warga sekitar ke Rumah Sakit Ananda, Medansatria,” kata Made di kantornya Jalan Harapan Indah Raya, Rabu (24/1/2018).

Menurut Made, motif pengeroyokan dipicu karena tersangka kesal atas kekalahannya setelah ajang balap sepeda motor liar di wilayah setempat.

RR dan RE kemudian menghampiri Firmansyah yang saat itu sedang duduk di jok sepeda motor.

“Tanpa ada pembicaraan, kedua pelaku langsung mengeroyok korban hingga mengalami dua luka tusuk di bagian punggung,” ujarnya.

Kepala Unit Reskrim Polsek Medansatria AKP Wahid Key menambahkan, anggota yang mendapat informasi itu langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi saksi-saksi.

Dari penyelidikan itu, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri tersangka yang berdomisili di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi.

“Tanpa perlawanan mereka kami amankan di rumahnya. Di rumah salah satu pelaku, kami sita sebilah celurit,” kata Wahid.

Selain menyita sebilah celurit, polisi juga membawa kaos korban berlumuran darah sebagai barang bukti ke persidangan.

Wahid memastikan, kondisi korban mulai membaik karena mendapat perawatan oleh tim medis.

“Bahkan korban bisa kita mintai keterangan terkait kasus pengeroyokan yang dialaminnya,” ujar Wahid.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Di Banjarmasin, aksi balap liar justru membuat nyawa melayang. Tangis pecah seketika meliputi Muhammad Fadli saat keluar dari ruangan pemulasaraan RSUD Banjarmasin Minggu (10/12/2017) malam kemarin.

Mengenakan baju koko dan berpeci putih, pria tersebut kemudian langsung dipapah beberapa rekannya menuju sebuah kursi yang berada di kamar mayat tersebut.

Ya, wajar saja kesedihan yang mendera pria berusia 14 tahun tersebut lantaran sok mengetahui rekannya meninggal dunia.

Fadli terkejut ternyata foto lelaki yang beredar di dunia maya, menjadi sebagai korban kecelakaan di Jalan Gubernur Soebardjo Desa Pemangkih Laut Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar sore itu, ternyata teman satu SMPnya.

"Iya dia (korban) teman kami. Dia sekolah kelas delapan di SMP 11 Banjarmasin. Tadi syok aja, kalau ternyata korban yang beredar di media sosial adalah teman kami," ungkapnya.

Sementara keluarga korban saat mengetahui hal itu sempat menduga-duga Raffi merupakan bagian dari keluarganya atau tidak.

Ibu Raffi yang malam itu masih berada di rumah setelah mengetahui kondisi putranya meninggal dunia melalui sambungan telepon, seketika ia pun dikabarkan pingsan.

"Ya tadi Ibunya pingsan ya mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," ujar pihak kerabat korban lainnya.

Sementara Kasatlantas Polres Banjar, AKP Henman Limbong melalui unit Laka Lantasnya, Ipda Marzuki menjelaskan kecelakaan tersebut diduga melibatkan tiga buah sepeda motor.

Mereka yang masing-masing merupakan pemain balapan liar, hanya saja saat tempat kejadian korban yang ditemui hanya Raffi.

Sedangkan pengendara dua motor lainnya yang masing-masing Yamaha F1Zr dan Yamaha Jupiter, sempat misterius tidak berada ditempat kejadian.

Hingga beberapa saat kemudian terlacaklah pengendara Yamaha Jupiter MX, Muhammad Asrafi sedang menjalani perawatan medis di RS Ansari Saleh.

"Betul, kecelakaan ini diduga melibatkan tiga buah kendaraan yang mana satu di antaranya mengalami luka-luka dan baru terlacak keberadaannya sedang menjalani perawatan di RS Ansari Saleh. Sedangkan satunya lagi meninggal dunia. Namun hanya saja untuk pengendara Yamaha F1ZR, yang kini masih misterius," jelasnya.

Lebih lanjut, Ipda Marzuki juga tidak menampik tiga pengendara tersebut merupakan beberapa pemain balapan liar di Jalan Gubernur Subarjo Desa pemangkih laut Kecamatan Kertak Hanyar.

Diduga mengalami tabrakan langsung dari arah berlawanan antara sepeda motor Raffi dengan pengendara Yamaha F1Zr, namun hanya saja insiden nahas malah dialami warga Kelayan B Kota Banjarmasin tersebut.

"Belajar dari kejadian ini, tentu kami kembali menghimbau kepada masyarakat terlebih orangtua, agar melarang putra-putrinya terlibat dalam balapan liar. Bukan cara yang benar menyalurkan hobi balapan di jalan raya, karena selain bisa merugikan diri sendiri juga orang lain," jelasnya.

Editor: Evan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved