Berizin Secara Nasional, Tapi Belum ada Travel Umroh Lakukan Pengesahan di Provinsi

Kementrian Agama Provinsi Bangka Belitung, melakukan pendataan dan penyisiran biro perjalanan umroh ke empat kabupaten

Berizin Secara Nasional, Tapi Belum ada Travel Umroh Lakukan Pengesahan di Provinsi
AP
Jemaah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bangka Belitung, melakukan pendataan dan penyisiran biro perjalanan umroh ke empat kabupaten. Namun, baru di Kabupaten Bangka Barat yang ditemukan adanya Abu Tour.

"Di Bangka tidak ada yang mengalami kasus seperti di Bangka Barat, kami belum mendapatkan Abu Tour beroperasi, untuk di Bangka banyak travel yang sudah berizin secara nasional cuma memang belum melakukan pengesahan di Provinsi, untuk di Bangka ada 6 biro perjalanan umroh," kata Kasi Pembinaan Haji dan Umroh Kemenag Babel, Riduan Yuniarto, Jum'at (9/3/2018).

Riduan menyebutkan berdasarkan penyisiran pihaknya, diketahui di Bangka Barat ada 8 agen, Bangka Tengah 2 agen, Bangka Selatan 4 agen, dan di Bangka enam agen.

"Untuk Belitung, Belitung Timur dan Pangkalpinang juga akan kita lakukan pendataan dalam waktu dekat, untuk memastikan kepada jamaah bahwa travel pilihan masyarakat dan legal, dari pusat perizinannya ada," katanya.

Ia menambahkan beberapa biro perjalanan umroh ini sudah memiliki izin secara nasional, namun tidak melakukan pengesahan di tingkat kanwil.

"Mereka punya izin secara resmi, tapi entah karena ketidakmengertian mereka tidak membuat pengesahan ke kanwil, ini yang sedang kami jembatani dan akan diinstruksikan kepada mereka untuk membuat pengesahan di tingkat kanwil," katanya.

Empat biro perjalanan umroh yang sudah mendapatkan pengesahan di tingkat Kanwil Babel ialah PT Gunawan Era Wisata, Afi Tour, PT Bahtera Nurani Pratama, dan PT Azza Barokah Mandiri.

Ia mengatakan selain masyarakat mudah tergiur dengan harga yang murah, ada kecenderungan mudah percaya dengan orang-orang yang dikenal tanpa mencari informasi lebih lanjut.

"Masyarakat kita mudah percaya, misalnya diceritakan oleh tokoh masyarakat yang menjadi bagian dari biro perjalan itu sehingga percaya, sehingga masyarakat jadi kurang wasapada terhadap legalitas dari perusahaan itu," katanya.

Ia menyebutkan masyarakat sebelum memilih travel umroh harus memastikan lima hal yaitu izin dari travel, jadual keberangkatan/Penerbangan, harga paket dan layanan, penginapan.

Ia menyebutkan beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat diantaranya ialah biaya paket umroh yang murah, dan jarak waktu keberangkatan dengan pendaftaran sangat jauh.

"Kalau misalnya jarak keberangkatannya jauh, setelah daftar uangnya sudah lunas dibayar, tau-tau berangkatnya baru 8 bulan kemudian, ini juga harus diwaspadai apalagi tanpa alasan yang rasional," tutupnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help