Ditanya Pesawatnya Harus Garuda, Ini Jawaban Menohok Ustaz Abdul Somad Soal Tarif Ceramah

Dia justru bersyukur masih ada orang yang mengundangnya untuk menyampaikan ayat-ayat Allah.

Ditanya Pesawatnya Harus Garuda, Ini Jawaban Menohok Ustaz Abdul Somad Soal Tarif Ceramah
Capture Youtube

Dirinya malah senang ketika banyak yang mengundang.

Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang sepertinya bukaan dari jamaah di hadapannya, saat itu.

Pertanyaannya adalah soal fasilitas ketika diundang.

"Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay," demikian pertanyaan itu yang keluar langsung dari mulut ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir dan Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania, Maroko tersebut.

Lalu dijawab dia, "Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita menyampaikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya datang ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah."

Mamah Dedeh

Pada tahun 2013 lalu, seorang netizen di twitter @jajang_jahroni, mengungkapkan berapa bayaran Dedeh Rosidah Syarifudin alias Mamah Dedeh.

Jajang yang saat itu adalah mahasiswa program doktor pada Boston University itu menyebut biaya Mamah Dedeh setiap ceramah Rp 40 juta.

“Berapa tarif Mamah Dedeh untuk sekali ceramah? 40 jt. Ustadz Uje 25 jt, Ustadz Maulana 25 jt,” kicau Jajang melalui akunnya pada Twitter.

Mamah Dedeh pernah mengaku pekerjaannya sebagai penceramah pernah dijadikan ajang bisnis oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

"Yang tanda tangan Rp 80 juta, yang kita terima cuma Rp 30 juta. Saya juga pernah tanda tangan Rp 25 juta dikasih cuma Rp 1 juta. Padahal saya tahu pendapatan dari tiket saja sangat besar," ujarnya Agustus 2013 lalu.

Solmed

Soleh Mahmud alias Solmed pernah menghebohkan media sosial pada tahun 2013 gara-gara beredar video minta bayaran tinggi saat diundang ceramah di Hong Kong oleh Majelis Thoriqul Jannah.

Menurut pemimpin Majelis Thoriqul Jannah, Lifah Kholifah Al Marbawy, awalnya Solmed meminta tarif seikhlasnya dan dua tiket pesawat untuk dirinya dan sang manajer.

Pihak majelis kemudian menetapkan akan memberi uang honor senilai 6000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 8 juta, saat itu.

Namun, tiba-tiba permintaan itu berubah jelang acara, Solmed meminta Rp 10 juta.

Sungguh fantastis kenaikannya.

Setelah itu beredar surat terbuka kepada Solmed yang mengatasnamakan dari Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.

TKI menulis surat terbuka ini karena merasa tersinggung akibat Solmed menyebut TKI di Hong Kong sebagai komunis melalui kicauan pada Twitter.

Nur Maulana

Ustadz Muhammad Nur Maulana menolak memasang tarif saat memberikan ceramah kepada jamaah muslim yang mengundangnya.

Menurutnya, para gurunya di pesantren telah mengharamkan bagi seorang dai yang memasang tarif.

Fenomena yang terjadi saat ini, ada sejumlah dai kondang yang tiba-tiba terkenal.

Namun dalam perjalanannya mereka memasang standar tarif yang cukup tinggi.

Hal ini juga dipermasalahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Saya adalah dai pesantren. Saat berdakwah saya diharamkan untuk memasang tarif. Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa berdakwah," kata Ustaz Maulana kepada Tribunnews.com di sela peluncuran "Layanan Telkomsel Haji 2013", Rabu (21/8/2013).

Namun demikian, Nur Maulana menyatakan tidak akan berkomentar mengenai dai yang memasang tarif tersebut.

Menurutnya, hal itu terserah pada dai yang bersangkutan. Dia menceritakan, di semua pesantren yang ada, seorang dai dilarang memasang tarif saat akan berceramah.

Demikian pula di pesantren tempat dia belajar dahulu yaitu Pesantren Annahdah, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Itu (dakwah) adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan, jadi tanpa dibayar pun kita harus lakukan," ujarnya.

Meski tidak pernah memasang tarif, Maulana mengaku bersyukur karena dakwah yang dilakukan hingga sekarang lancar terus.(*)

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved