Home »

News

Kisah Suksesi dan 'Gagalnya' Sri Sultan Hamengku Buwono IX Pergi Naik Haji

Banyak niat yang ingin dilakukan Sri Sultan setelah kembali dari Amerika. Namun, Tuhan menghendaki lain.

Kisah Suksesi dan 'Gagalnya' Sri Sultan Hamengku Buwono IX Pergi Naik Haji
Sri Sultan Hamengku Buwono IX | profilbos 

"Putra makota belum ada. Tetapi dengan pengangkatannya sebagai Pangeran Mangkubumi, tanda tanda ke arah sana (penobatan putra makota) sudah ada," katanya dalam wawancara itu. 

Dijelaskannya bahwa masalah pewaris tahta merupakan "kebijaksanaan saya". Walaupun demikian, ia juga mengatakan bahwa "Selama dia menjadi Mangkubumi saya akan melihat apakah dia bisa diterima atau tidak oleh keluarga. Jadi, ini merupakan penjajakan." 

Ketika ditanya berapa lama 'masa pengujian' itu berlangsung, Sri Sultan hanya memberikan jawaban dengan satu perkataan: "Tergantung." Ini berarti, tidak ada penetapan jangka waktu bagi persiapan pengangkatannya sebagai putra makota. 

Sikapnya yang realistis tercermin pada pendiriannya yang menganggap penting untuk mempertimbangkan pandangan para kerabat keraton sebelum ia mengangkat putra makota. 

Sebab, bagaimanapun, ia adalah calon 'kepala keluarga’ mereka untuk masa depan. 

Meniru contoh 49 tahun yang lalu 

Sri Sultan juga telah memberikan contoh 49 tahun yang lampau, pada hari-hari setelah ayahnya mangkat. 

Waktu itu ia sudah mendapat isyarat sebagai pewaris tahta, karena ayahnya beberapa hari sebelum mangkat telah menyerahkan kepadanya Kanjeng Kyai Joko Piturun, keris pusaka lambang suksesi di Keraton Yogyakarta

Ayahnya, ketika berkunjung ke Bogor, juga telah meminta kepada Gubernur Jenderal Jhr. Alidius W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer agar putranya, Gusti Raden Mas (GRM) Dorojatun, dapat diangkat sebagai putra makota. 

Selain didukung oleh tindakan-tindakan ayahnya, kedudukan GRM Dorojatun sebagai pewaris tahta diperkuat oleh kenyataan bahwa ia adalah putra seorang garwo padmi. Walaupun demikian, ia masih merasa perlu berembuk dengan saudara-saudara dan paman-pamannya dan bertanya kepada mereka apakah ada yang berhasrat menjadi sultan. 

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help