Kisah Viral, Rayyan Bocah SD Akhirnya Berpisah dengan Ibunda Tercinta Selamanya

Rayyan yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar itu menghabiskan waktu untuk merawat ibunya di RSUD Tidar Kota Magelang.

Kisah Viral, Rayyan Bocah SD Akhirnya Berpisah dengan Ibunda Tercinta Selamanya
KOMPAS.com/Ika Fitriana
Prosesi pemakaman Ani, ibunda Al Rayyan Dzikri Nugraha (10), di pemakaman umum Dusun Gedongan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (8/3/2018). 

Ketika ditanya mengenai sang Ayah, Rayyan mengatakan tidak pernah mengenal siapa Ayah kandungnya.

Sejak kecil hanya ibu yang mengasuhnya. Sehari-hari ibunya bekerja berjualan kue dan makanan kecil. Hidupnya juga berpindah-pindah dari kos ke kos.

Ani sendiri begitu bersyukur memiliki anak Rayyan yang sangat berbakti. Meski dirinya sendiri merasa sedih karena Rayyan yang masih kecil malah harus merawat dirinya yang sakit-sakitan.

"Anak ini telaten merawat saya, dari membantu mengangkat tubuh, mengganti baju bahkan baju dalam, sampai ke kamar mandi juga dibantu Rayyan," ujarnya sambil berurai air mata di atas kursi roda sambil memeluk Rayyan.

Baca: Hati-hati Lho! Kebanyakan Minum Air Malah Bisa Merusak Ginjal

Perempuan yang berasal dari Dusun Gedongan, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, itu beruntung karena ikut program BPJS mandiri sehingga seluruh biaya rumah sakit sudah tercover.

"Saya ikut BPJS mandiri kelas 3 karena memang tidak bisa mengurus KIS dari pemerintah. Saya tinggal pindah-pindah," ujarnya.

Sementara itu, menurut Nasrodin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Keperawatan RSUD Tidar, sudah sembilan hari Rayyan dan ibunya 'menginap' di bangsal Gladiol 14.

Rayyan memang terlihat selalu sendiri merawat ibunya itu, bahkan dari pantauannya, tidak pernah ada kerabat yang menjenguknya.

"Iya Rayyan sendiri, kami tidak melihat ada keluarga Rayyan yang lain ikut menjaga Ibu Ani," jelasnya.

Baca: Ditolak Bertandang ke Kontrakan, Pria Ini Nekat Bakar Mantan Istrinya

Banyak perawat yang menaruh iba atas kondisi Rayyan sehingga tidak jarang ada yang ikut membantunya meski sekedar memberi makanan, alat sekolah, dan alas tidur.

"Secara medis, kami berikan pelayanan sebaik-baiknya, kami juga membantu semampu kami. Kami sudah anggap dia anak dan adik sendiri, bahkan kami minta Rayyan tetap sekolah," ujar Nasrodin.

Sejak foto Rayyan viral, banyak juga warga yang datang menjenguk Rayyan dan ibunya.

Petugas Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Kepala Sekolah SD Negeri Mertoyudan 3, komunitas relawan dan masyarakat umum, hingga petugas Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Magelang, juga sudah datang memberi bantuan kepada Rayyan dan Ibunya. (Kontributor Magelang, Ika Fitriana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rayyan, Bocah SD yang Rawat Ibunya Sendirian, Akhirnya Kehilangan Ibu Selamanya" dan "Kisah Rayyan, Bocah SD yang Rawat Ibunya di RS Seorang Diri"

Kompas TV Tak Ada Biaya, Ayah Bawa Jenazah Anaknya Pakai Plastik

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved