KPU Minta PPK dan PPS Jangan Terpengaruh Rayuan Calon

PPK/PPS yang baru bertemu Pemilu, tugas ini luar biasa berat karena pemilu serentak nasional. Harus melaksanakan pemilu

KPU Minta PPK dan PPS Jangan Terpengaruh Rayuan Calon
Bangkapos/Nurhayati
Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain ketika melantik 24 Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) melantik sebanyak 24 PPK di delapan kecamatan dan 243 PPS di Kabupaten Bangka, Jumat (9/3/2018) di Hotel ST 12 Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Zulkarnain mengingatkan Anggota Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), agar tidak terpengaruh rayuan para calon legislatif saat pemilu 2019 nanti.

Ia mengibaratkan para Anggota PPK dan PPS seperti gula yang dikerumuni semut. Oleh karena itu Zulkarnain minta agar Anggota PPK dan PPS menunjukan integritasnya dalam melaksanakan tugas pemilu nanti.

"PPK/PPS yang baru bertemu Pemilu, tugas ini luar biasa berat karena pemilu serentak nasional. Harus melaksanakan pemilu berpedoman pada kode etik yang berlaku di KPU. Ini penting harus hati-hati dalam melaksanakan kegiatan pemilu. Integritas harus diutamakan jangan terpengaruh rayuan
PPS akan sering didatangi dan dirayu orang yang ikut pemilu," kata Zulkarnain memberi warning kepada 24 PPK dan 243 PPS di Kabupaten Bangka, Jumat (9/3/2018) di Hotel ST 12 Sungailiat.

Dia meminta, agar para Anggota PPK dan PPS Kabupaten Bangka jangan mempertaruhkan reputasi diri sendiri.

Ditegaskannya apabila melanggar kode etik KPU maka akan ada pemanggilan dan pemeriksaan oleh pihak pengadilan negeri, kepolisian dan kejaksaan.

"Nama anda rusak untuk seumur hidup, tidak bisa bergabung dengan penyelenggara pemilu lagi, makanya pentingnya integritas dalam melaksanakan pemilu," tegas Zulkarnain.

Dia berharap, Pemilu Tahun 2019 nanti berjalan baik dan lancar menghasilkan pemilu yang berintegritas.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help