Menguak Cerita 'Cinta Satu Malam' Dalam Deru Balap Motor Liar

Balap liar yang kerap terjadi di Jalan Jalur Sutera Utara menjadikan wanita sebagai taruhannya.

Menguak Cerita 'Cinta Satu Malam' Dalam Deru Balap Motor Liar
youtube
ilustrasi balap liar 

Kepala Unit Reskrim Polsek Medansatria AKP Wahid Key menambahkan, anggota yang mendapat informasi itu langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan menginterogasi saksi-saksi.

Dari penyelidikan itu, polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri tersangka yang berdomisili di wilayah Bekasi Utara, Kota Bekasi.

“Tanpa perlawanan mereka kami amankan di rumahnya. Di rumah salah satu pelaku, kami sita sebilah celurit,” kata Wahid.

Baca: Begini Kepribadian dan Watakmu Berdasarkan Hari Lahir, Bagaimana Cocok Ngak!

Selain menyita sebilah celurit, polisi juga membawa kaos korban berlumuran darah sebagai barang bukti ke persidangan.

Wahid memastikan, kondisi korban mulai membaik karena mendapat perawatan oleh tim medis.

“Bahkan korban bisa kita mintai keterangan terkait kasus pengeroyokan yang dialaminnya,” ujar Wahid.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

Di Banjarmasin, aksi balap liar justru membuat nyawa melayang. Tangis pecah seketika meliputi Muhammad Fadli saat keluar dari ruangan pemulasaraan RSUD Banjarmasin Minggu (10/12/2017) malam kemarin.

Mengenakan baju koko dan berpeci putih, pria tersebut kemudian langsung dipapah beberapa rekannya menuju sebuah kursi yang berada di kamar mayat tersebut.

Ya, wajar saja kesedihan yang mendera pria berusia 14 tahun tersebut lantaran sok mengetahui rekannya meninggal dunia.

Fadli terkejut ternyata foto lelaki yang beredar di dunia maya, menjadi sebagai korban kecelakaan di Jalan Gubernur Soebardjo Desa Pemangkih Laut Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar sore itu, ternyata teman satu SMPnya.

"Iya dia (korban) teman kami. Dia sekolah kelas delapan di SMP 11 Banjarmasin. Tadi syok aja, kalau ternyata korban yang beredar di media sosial adalah teman kami," ungkapnya.

Sementara keluarga korban saat mengetahui hal itu sempat menduga-duga Raffi merupakan bagian dari keluarganya atau tidak.

Ibu Raffi yang malam itu masih berada di rumah setelah mengetahui kondisi putranya meninggal dunia melalui sambungan telepon, seketika ia pun dikabarkan pingsan.

"Ya tadi Ibunya pingsan ya mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," ujar pihak kerabat korban lainnya.

Sementara Kasatlantas Polres Banjar, AKP Henman Limbong melalui unit Laka Lantasnya, Ipda Marzuki menjelaskan kecelakaan tersebut diduga melibatkan tiga buah sepeda motor.

Mereka yang masing-masing merupakan pemain balapan liar, hanya saja saat tempat kejadian korban yang ditemui hanya Raffi.

Sedangkan pengendara dua motor lainnya yang masing-masing Yamaha F1Zr dan Yamaha Jupiter, sempat misterius tidak berada ditempat kejadian.

Hingga beberapa saat kemudian terlacaklah pengendara Yamaha Jupiter MX, Muhammad Asrafi sedang menjalani perawatan medis di RS Ansari Saleh.

"Betul, kecelakaan ini diduga melibatkan tiga buah kendaraan yang mana satu di antaranya mengalami luka-luka dan baru terlacak keberadaannya sedang menjalani perawatan di RS Ansari Saleh. Sedangkan satunya lagi meninggal dunia. Namun hanya saja untuk pengendara Yamaha F1ZR, yang kini masih misterius," jelasnya.

Lebih lanjut, Ipda Marzuki juga tidak menampik tiga pengendara tersebut merupakan beberapa pemain balapan liar di Jalan Gubernur Subarjo Desa pemangkih laut Kecamatan Kertak Hanyar.

Diduga mengalami tabrakan langsung dari arah berlawanan antara sepeda motor Raffi dengan pengendara Yamaha F1Zr, namun hanya saja insiden nahas malah dialami warga Kelayan B Kota Banjarmasin tersebut.

"Belajar dari kejadian ini, tentu kami kembali menghimbau kepada masyarakat terlebih orangtua, agar melarang putra-putrinya terlibat dalam balapan liar. Bukan cara yang benar menyalurkan hobi balapan di jalan raya, karena selain bisa merugikan diri sendiri juga orang lain," jelasnya.(*)

(TribunJakarta, Ega Alfreda)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help