"Pasang Badan", Bos Timah Kudai Dicercar Hakim Keberadaan Bos Besarnya

Rupanya penyidik dan penuntut umum hanya mengungkap kasus penampungan timah ilegal, terputus pada Terdakwa Efendi alias Aki (38).

Istimewa
Terdakwa Efendi alias Aki (38), bos timah asal Kudai Sungailiat, Selasa (6/3/2018) diadili. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata penyidik dan penuntut umum hanya mengungkap kasus penampungan timah ilegal, sedangkan keberaan bos besar tempat terdakwa menjual timah selama ini, sama sekali tak tersentuh

Begitu pula penambang ilegal yang menjual timah pada terdakwa. Bahkan di persidangan, terdakwa Efendi alias Aki (38) pun nampak 'pasang badan' pada kasus ini.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II R Narendra Mohni kepada Bangka Pos Groups, Jumat (9/3/2018) menyatakan, dalam persidangan terdakwa Efendi alias Aki (38), mengaku menjalani bisnis pribadi tanpa melibatkan pihak lain.

Padahal, sosok Efendi alias Aki, menurut sejumlah sumber bukan pemain baru di dunia pertimahan. Dalam bisnisnya, Aki bos timah asal Kudai Sungailiat ini
diduga dibekingi oleh cukong, pemodal atau bos besar di Pangkalpinang dan Jakarta.

Terkait informasi Efendi alias Aki "pasang badan", Narendra tak tahu alasan pastinya.

"Yang jelas dalam pengakuannya, terdakwa bilang, dulu memang pernah bisnis timah, namun kemudian vakum. Nah sekarang dia beli timah lagi, namun ditangkap oleh polisi dan kemudian diadili. Saat sidang, terdakwa tak menyebutkan siapa bos besarnya," kata Narendra, saat memberikan keterangan didampingi Anggota Majelis Hakim, Jonson Parancis.

Walau demikian diakui Narendra, majelis hakin di persidanga  sempat menanyakan soal siapa bos besar beking terdawsa Efendi alias Aki, sehingga dia berani bisnis timah tanpa ijin.

"Tapi terdakwa tidak mau menyebutkan siapa bos besarnya. Alasan terdakwa bisnis sendiri, baru mulai bisnis lagi," katanya.

Yang jelas diakui Narendra, apapun alasan terdakwa, yang jelas jaksa (JPU) telah mendakwanya dalam ancaman Undang-Undang Pertambangan  Minerba. Terdakwa diduga telah melakukan pelanggaran hukum, dan dalam waktu dekat bakal dijatuhi tuntutan pidana.

"Sidang berikutnya tinggal Tuntutan. Dan selama menjalani proses hukum di pengadilan, status terdakwa merupakan tahanan kita yang dititipkan di rumah tahanan (Lapas Bukitsemut Sungailiat)," kata Narendra, mengutip keterangan Anggota Majelis Hakim, Jonson Parancis.

Dilansir sebelumnya, Efendi alias Aki (38), akhirnya ditahan. Penangguhan masa penahanannya saat masih dalam proses penyidikan tempohari tak berlaku lagi karena Hakim Pengadilan (PN) Sungailiat, merubah status itu. Bos timah asal Kudai Sungailiat Bangka yang dimaksud diadili atas tuduhan menampung hasil tambang tanpa ijin.

Efendi alias Kiki ditangkap beberapa bulan lalu di Kudai Sungailiat Bangka. Dia disergap oleh Tim Subdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Efendi alias Aki diduga membeli pasir timah dari penambang ilegal alias tanpa ijin. Ketika penyergapan terjadi, polisi menemukan barang bukti enam kampil (karung) pasir timah, berat 175 Kg.

Dalam surat dakwaan jaksa saat sidang sebelumnya, disebutkan, Terdakwa Efendi alias Aki diduga melanggar Pasal 161 Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Jaksa beranggapan terdakwa menampung timah yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau ijin yang sebenarnya. Atas dugaan itu pula, terdakwa dijerat oleh pasal undang-undang yang dimaksud.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved