Video

Video : Pembuatan Keramik di Belitung Island Ceramic Art (BICA)

Di workshop Belitung Island Ceramic Art (BICA) di desa Batu Itam, pembuatan keramik melalui dua teknik, yakni dengan cara diputar dan dicetak

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Di workshop Belitung Island Ceramic Art (BICA) di desa Batu Itam, pembuatan keramik melalui dua teknik, yakni dengan cara diputar dan dicetak.

Keramik yang dibuat dengan cara diputar dibuat dari campuran tanah liat dan air.

Campuran tersebut kemudian diputar menggunakan alat putar yang terbuat dari kayu.

Proses memutar ini akan menentukan bentuk keramik yang dihasilkan.

Hasilnya kemudian dikeringkan dan dibuat lagi bagian dasar hasil kerajinan yang dibuat.

Selanjutnya dikeringkan lalu diwarnai. Sebelum memasuki tahap pembakaran, keramik yang telah diwarnai kemudian diglasur.

Pengglasuran dilakukan agar keramik yang dihasilkan dapat mengilap.

Proses terakhir dengan membakar keramik dalam oven bersuhu 1100 derajat celcius selama sekitar 7 jam.

Berbeda halnya dengan teknik putar, keramik yang dibuat dengan cetakan tidak menggunakan tanah liat dan air saja.

Terlebih dahulu dibuat campuran tanah liatnya.

"Ada formulanya. Kita menggunakan 50 persen tanah liat, 20 persen felspard tepunh, 20 persen kaolin, dan 10 persen pasir. Juga ditambah waterglass yanv berbentuk seperti jelly biar agak elastis," jelas Ketua Kelompok Bica, Darlan

Bahan itu dicampur dan diaduk dalan mixer selama 5 sampai 6 jam.

Campuran tersebut cenderung mengental sehingga sebelum dicetak harus diaduk terlebih dahulu.

"Kemudian dicetak lalu dikeringkan. Bagian pinggir sambungan cetaknya kemudian dirapikan lalu di amplas. Hasil tersebut selanjutnya dilukis dan diglasur, baru dibakar. Semua proses jadi ini membutuhkan waktu sekitar 10 hari," imbuhnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved