Jamilah : Jangankan untuk Beli Seragam Bagus, Beli Bedak Juga Gak Bisa

masih ada guru honorer PAUD di pelosok daerah Bangka Belitung yang dibayar dengan penghasilan lebih minim senilai Rp.50.000

Jamilah : Jangankan untuk Beli Seragam Bagus, Beli Bedak Juga Gak Bisa
Net
ilustrasi guru honorer 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Ketua Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jamilah meminta agar tambahan penghasilan guru PAUD honorer jangan dicoret dari anggaran 2018.

Dikatakan Jamilah kondisi guru honorer di Babel perlu kesejahteraan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah. 

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung M.Soleh sempat mengatakan kepada bangkapos.com rata-rata gaji guru PAUD honorer berkisar antara Rp.200 ribu- Rp 250 ribu per bulan.

Namun menurut Jamilah masih ada guru honorer PAUD di pelosok daerah Bangka Belitung yang dibayar dengan penghasilan lebih minim senilai Rp.50.000-Rp.100.000 per bulan.

"Jangankan untuk beli seragam bagus, beli bedak juga gak bisa. Tolong perhatikan kesejahteraan kami pendidik PAUD karena tanggung jawab kami besar mendidik anak usia dini mulai 0-6 tahun," ujar Ketua Himpaudi Babel Jamilah saat dihubungi bangkapos.com, Minggu (11/3). 

Tahun 2016 lalu, guru PAUD honorer sempat mendapat bantuan penghasilan tambahan sebesar Rp.500 ribu.

Dari penghasilan tersebut digunakan untuk mengadakan diklat pengelola PAUD guna menjawab tantangan meningkatkan kualitas PAUD.

Namun sejak 2017 lalu penghasilan tambahan itu dihapus oleh pemerintah provinsi. 

Guru PAUD setingkat honorer kian dilema saat tak mendapat insentif karena persoalan sertifikasi.

Guru PAUD dituntut berpendidikan Sarjana Strata-1 (S1) maka kebanyakan guru PAUD honorer meneruskan pendidikan S1 di Universitas Terbuka dengan biaya sendiri. 

"Menunggu iuran dari lembaga di kampung untuk transport pun susah sementara perhatian dari kabupaten juga kurang memadai," timpalnya. (*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help