Liputan Pemilu, Jurnalis Harus Sesuai Moral dan Etika Profesi

Dalam norma kode etik jurnalistik tercantum jelas tentang independensi, akurasi berita, berimbang, itikad baik, informasi

Liputan Pemilu, Jurnalis Harus Sesuai Moral dan Etika Profesi
Fabian Januarius Kuwado
Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan prinsip peliputan pemilu harus mengungkapkan kebenaran, komitmen pada kepentingan publik.

Serta, kepentingan pribadi atau kelompok maupun pemilik media ditempatkan di bawah kepentingan publik.

Sehingga, seorang jurnalis bekerja berlandaskan moral dan etika profesi.

“Dalam norma kode etik jurnalistik tercantum jelas tentang independensi, akurasi berita, berimbang, itikad baik, informasi teruji. Serta membedakan fakta dan opini, asas praduga tak bersalah, membela kelompok voiceless, dan perlindungan terhadap narasumber yang berisiko,” ungkapnya dalam paparan diskusi umum, Sabtu (10/3).

Ia mengatakan keberpihakan jurnalis bukan pada orang atau kelompok, melainkan pada kebeneran, keadilan, dan perdamaian.

Sehingga, dalam menulis berita harus berimbang dan memberikan tempat kepada beragam suara. Selain itu, jurnalis wajib memberikan ruang kepada pihak yang mungkin dirugikan dalam pemberitaan.

Tidak hanya berimbang, pemberitaan yang baik harus bersifat independen pula, Yosep menjelaskan dalam pekerjaan sebagai jurnalis harus terbebas dari intervensi atau pengaruh pihak lain.

Khususnya terkait kepentingan kekuasaan dan uang. Ia juga menegaskan independensi tidak sama artinya dengan tidak memihak.

“Seorang jurnalis harus memberlakukan pagar api, artinya berita harus dibedakan dengan iklan. Dilarang adanya iklan terselubung dari sebuah berita,” imbuhnya.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help