Peran Media Dalam Pemilu, Tinggalkan Gaya Konvensional

Selain itu, jurnalis juga wajib paham secara mendalam terkait perihal kepemiluan, terampil peliputan Pilkada

Peran Media Dalam Pemilu, Tinggalkan Gaya Konvensional
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo saat diskusi publik terkait pengawasan bersama dan pembentukan gugus tugas 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Media dituntut berperan secara optimal mendukung pemilu bebas, jujur, dan adil.

Hal tersebut membutuhkan pemahaman terhadap sejatinya peran media.

Selain itu, jurnalis juga wajib paham secara mendalam terkait perihal kepemiluan, terampil peliputan Pilkada, dan memiliki integritas tinggi.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dalam paparannya menjelaskan media dapat berperan mengembangkan partisipasi publik saat pemilu.

Terutama, mendidik pemilih menggunakan hak-hak demokrasi, mengangkat suara pemilih tentang kebutuhan dan keinginan sosok pemimpin, serta memberitakan perkembangan kampanye.

Lebih lanjut, media juga menyediakan informasi menyangkut platform bagi partai politik dan kandidat sekaligus rekam jejak.

Kemudian, media juga memberikan kesempatan partai politik berdebat, memonitor penghitungan suara dan melaporkan hasilnya, serta mencegah dan ikut memerangi praktek politik uang.

Selain itu, turut pula meneliti secara cermat proses pemilu guna mengevaluasi keberlangsungan pemilu yang jujur.

Yosep Adi Prasetyo menyampaikan gaya jurnalisme tradisional saat peliputan pemilu perlu ditinggalkan.

Terlebih lagi cara mengambil sudut pandang harus berubah, seperti pemilih dalam proses pemilu meruapakan subjek bukan objek.

Sehingga, fokus tidak hanya pada caleg maupun kandidat paslon tetapi juga hal-hal yang dibutuhkan masyarakat.

“Mikropon dan kamera jurnalis semestisnya merekam apa yang pemilih pikirkan, rasakan, katakan, inginkan, dan butuhkan,” ungkap Yosep Adi Prasetyo dalam diskui umum perihal peran media dalam pemilu, Sabtu (10/3).

Ia menambahkan sekaligus pekiran kandidiat maupun partai dan rencanakan memenuhinya. Sehingga, dimungkinkan adanya dialog gagasan supaya seorang jurnalis masuk satu langkah dalam meliput pemilu secara cerdas.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved