Eks Saracen Kembali Muncul Sebarkan Kebencian dan Hoaks di Media Sosial

Belakangan jaringan eks Saracen kembali muncul menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

Eks Saracen Kembali Muncul Sebarkan Kebencian dan Hoaks di Media Sosial
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Berita palsu atau bohong (hoaks) kini banyak bertebaran di dunia maya. Masyarakat diimbau dapat memilah berita asli dan berita hoaks dengan memverifikasi melalui sumber-sumber tepercaya. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kanit IV Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Endo Priambodo menyebut masih banyak kelompok eks Saracen yang masih aktif di media sosial.

Aktivitas mereka sempat mereda sejak beberapa pengurusnya ditangkap polisi. Namun, belakangan jaringan ini kembali muncul menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

"Jumlahnya masih besar di media sosial. Mereka sempat tiarap," ujar Endo dalam diskusi di Gadog, Bogor, Sabtu (10/3/2018).

Baca: Ketum Muhammadiyah: Islam Mengajarkan Tabayun Agar Tak Termakan Hoaks

Kepala Unit IV Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Endo Priambodo.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kepala Unit IV Subdit III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Endo Priambodo.

Bahkan, jumlah eks Saracen disebut lebih besar dari jaringan Muslim Cyber Army. Keduanya diketahui memiliki keterkaitan satu sama lain.

Orang-orang yang dulunya aktif di Saracen ikut bergabung dengan MCA. Secara fisik, mereka tidak pernah bertemu.

"Mereka hanya punya hubungan emosianal lewat media sosial," kata Endo.

Baca: Penyebar Hoaks Mengaku Hanya Mencari Makan, Begini Caranya Meraup Uang

Diberitakan sebelumnya, anggota MCA yang telah ditangkap ada yang pernah bergabung dengan Saracen.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan, pihaknya menemukan adanya keterkaitan MCA dengan kelompok Saracen yang diungkap pada 2017 lalu.

Keduanya sama-sama menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian, dan menyinggung sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

//

Hal ini berdasarkan pemetaan di dunia maya yang menunjukkan bahwa ada peningkatan isu penganiayaan ulama yang signifikan pada Februari 2018.

Baca: Ustaz Abdul Somad: Orang yang Suka Menyebar Hoaks Akan Masuk Surga, tapi Surganya juga Hoaks

 Hal ini menunjukkan bahwa ada kelompok tertentu yang membentuk opini atas isu tersebut.

Satuan tugas nusantara membagi cluster-cluster penyebaran hoaks mengenai isu penganiayaan ulama di dunia maya. Isu tersebut marak di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

Setelah menangkap sejumlah pelakunya, diketahui bahwa kelompok MCA dan sisa-sisa kelompok Saracen yang belum tertangkap masih saling berkaitan.

"Ditemukan adanya pelaku di Jatim, Banten, Jabar, adalah kelompok atau orang tertentu yang masuk MCA dan eks Saracen. Ini sangat terlihat," kata Fadil.

"Pelaku yang tergabung dalam MCA tergabung dalam Cluster "X", atau mantan Saracen," lanjut dia.

(Kompas.com/Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eks Saracen yang Masih Aktif di Media Sosial Jumlahnya Besar"

Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri kembali menangkap tersangka pelaku penyebar konten hoaks dan pornografi di media sosial. (Kompas TV)
//
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help