Ini Dia Yang Pertama Mengungkap Skandal Foto Telanjang Tentara Wanita Amerika

Jika pada 2018 ini foto-foto telanjang tentara wanita Amerika Serikat bocor melalui aplikasi dropbox, pada 2017 lalu

Ini Dia Yang Pertama Mengungkap Skandal Foto Telanjang Tentara Wanita Amerika
Istimewa
Tentara Wanita Amerika Serikat 

BANGKAPOS.COM - Jika pada 2018 ini foto-foto telanjang tentara wanita Amerika Serikat bocor melalui aplikasi dropbox, pada 2017 lalu, kasus ini mencuat melalui aplikasi media sosial Facebook.

Foto-foto telanjang tentara wanita Amerika ini, diuggah di Grup Tertutup Marines United.

Siapakah yang pertama kali membongkar kasusnya?

//

Mengutip Gatra.com, pihak yang pertama kali mengungkapkan skandal ini adalah The War Horse.

The War House adaah sebuah situs berita nirlaba yang dijalankan oleh veteran marinir Thomas Brennan.

//

Setelah dibongkar The War House foto-foto tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Center for Investigative Reporting (CIR).

Penyelidikan langsung dilakukan oleh Naval Criminal Investigative Service dan kecamanpun datang dari anggota parlemen di Capitol Hill.

Komandan Marinir Jendral Robert Neller menyebutkan pengungkapan itu membuat malu Korps Marinir.

"Perilaku ini tidak mencerminkan sikap prajurit sejati," katanya seperti dilaporkan Reuters, Kamis (9/3/2017) lalu.

Peraturan hukum militer Amerika Serikat melarang peredaran foto seksual eksplisit dari orang lain tanpa ijin.

Group Facebook Marines United memiliki hampir 30.000 anggota, sebagian besar bertugas di Korps Mariniri, veteran korps marinir dan Marinir Kerajaan Inggris.

Menurut CNN, bukannya menghentikan kegiatannya setelah terekspos, grup itu malah pindah ke halaman lain dengan akses yang lebih ketat.

Foto-foto di Marines United dilaporkan telah dihapus.

CIR dalam laporannya menyatakan, lebih dari dua lusin tentara perempuan aktif diidentifikasi di halaman Facebook itu, lengkap dengan foto, nama lengkap dan pangkat mereka.

Berkat laporan Brennan, akun media sosial yang terlibat dalam penyebaran foto-foto asusila itu telah dihapus oleh Facebook dan Google atas permintaan Korps Marinir.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help