Kementerian PPPA Gelar Pertemuan Puspa Babel

Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar pertemuan forum Puspa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018.

Kementerian PPPA Gelar Pertemuan Puspa Babel
Bangka Pos/Agus Nuryadhyn
Riskiyono Kepala Bidang Lembaga Profesi Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak sebagai narasumber dalam pertemuan dengan Puspa Babel 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA -

Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar pertemuan forum Puspa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018.

Dalam pertemuan forum Puspa ini membahas program kerja rencana aksi daerah Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatn Sipil dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan berlangsung di Novotel Bangka, Senin (12/3/2018) menghadirkan narasumber Riskiyono Kepala Bidang Lembaga Profesi Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak.

Dalam kegiatan ini, dibentuk tiga kelompok kerja yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Adapun kelompok kerja yang dibentuk  yaitu pokja perempuan, anak dan masyarakat.

Riskiyono Kepala Bidang Lembaga Profesi Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak sebagai narasumber dalam pertemuan dengan Puspa Babel
Riskiyono Kepala Bidang Lembaga Profesi Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak sebagai narasumber dalam pertemuan dengan Puspa Babel (Bangka Pos/Agus Nuryadhyn)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatn Sipil dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti mengemukakan bahwa ibu-ibu semakin berkualitas. Sehingga mereka akan dapat memanej keuangannya agar tidak miskin secara ekonomi, fisikly maupun pola fikir.

Forum Partisipasi Publik yang dilakukan KPPA untuk menyatukan visi dan misi lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak-anak di Indonesia.

Harapan Susanti agar mengakhiri perdagangan orang, akhiri kesenjangan ekonomi dan akhiri kekerasan terhaap perempuan dan anak. Atau yang lebih dikenal program unggula Tree Ends.

Untuk mengakhiri Tree Ends tidak hanya bisa dilakukan satu pihak saja. Tetapi harus dilakukan secara bersama-sama, yang lebih utama partisipasi masyarakat.

Penulis: agusrya
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved