Alasan Nembok Tanah, 2 Mesin TI Beroprasi di bawah Jembatan

Razia tambang ilegal oleh Tim Gabungan Pol PP dan Polres Bangka tak hanya terjadi di Kecamatan Belinyu, namun juga Kecamatan Riausilip Bangka

Alasan Nembok Tanah, 2 Mesin TI Beroprasi di bawah Jembatan
Istimewa
Tambang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

 BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Razia tambang ilegal oleh Tim Gabungan Pol PP dan Polres Bangka tak hanya terjadi di Kecamatan Belinyu, namun juga Kecamatan Riausilip Bangka, Selasa (14/3/2018).

Satu dari sekian titik razia, tim menemukan sebuah kejanggalan.

"Di Desa Ridingpanjang (Kecamatan Belinyu), dekat bawah jembatan milik MS, ada dua unit mesin tambang beroperasi dan dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Alasan mau nembok tanah, ada surat dari Kades. Padahal untuk nenembok daerah DAS itu harus ijin dari Pemda (bukan Kades) karena harus melalui proses advice planing sehingga jangan sampai nanti menyenabkan banjir," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman kepada Bangka Pos Groups, Selasa (13/3/2018).

Sementara itu, penertiban tambang ilegal (TI) diilakukan tak hanya di Kecamatan Belinyu, tapi di beberapa titik Kecamatan Riausilip. Ada beberapa aktifitas tambang yang ikut dihentikan saat razia di Kecamatan Riausilip, Selasa (14/4/2018) oleh Tim Gabungan Satpol PP Bangka dan Polres Bangka.

"Tambang ilegal di Kecamatan Riausilip satu unit diamankan di Mapolres Bangka. Penertiban diprioritas di dekat dasilitas umum, seperti jalan dan jembatan," katanya..

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help