Buaya Bukitlayang Mengganas, Tabrak Perahu Nelayan

Kades menduga, musim hujan membuat air sungai meluap hingga ke anak sungai atau ke bibir daratan. Di saat bersamaan, diduga musim seperti

Buaya Bukitlayang Mengganas, Tabrak Perahu Nelayan
ist
buaya air asin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

 BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nelayan Udang gala atau udang satang di Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka, memilih tak turun ke sungai.

Kawanan buaya berkeliaran dan mengganas membuat mereka takut memancing udang.

Apalagi, baru-baru ini seorang nelayan lokal, hampir disantap predator buas itu.

Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry kepada Bangka Pos Group, Selasa (13/3/2018) mengatakan, imbas nelayan tak turun ke sungai, membuat pasokan udang satang berkurang di pasaran lokal.

"Makanya udang satang lagi kurang pasokannya," kata Andry.

Masyarakat Bukitlayang yang biasanya memancing udang satang di sungai menggunakan perahu memilih beristirahat sejenak. Mereka khawatir, buaya mengganas saat musim hujan tiba.

"Apalagi kapan tuch ada buaya nabrak mesin perahu nelayan. Sampai mesin perahu tempel nelayan jatuh ke sungai," katanya.

Untungnya nelayan yang perahunya diserang buaya, dinyatakan selamat. Nelayan itu berhasil menepi walau perahunya tanpa mesin.

"Untungnya nelayan tadi selamat, walau mesinnya sudah jatuh ke sungai ditabrak buaya," katanya.

Kades menduga, musim hujan membuat air sungai meluap hingga ke anak sungai atau ke bibir daratan. Di saat bersamaan, diduga musim seperti ini menjadi masa kawin predator yang dimaksud.

"Musim hujan mungkin sedang musim berkembang biak buaya," katanya.

Karena tak bisa memancing udang ke tengah sungai, nelayan lokal kemudian memilih mengurus kebun. Kerja di kebun lebih menguntungkan ketimbang memancing udang di sungai karena rawan dimangsa buaya.

"Orang banyak ke kebun karena buaya muncul musim musim huja, sehingga nelayan takut," kata Kades seraya menyebutkan, harga udang satang bertengger pada kisaran Rp 120 Ribu hingga Rp 130 Ribu perkg.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved