Penerimaan Pajak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Defisit, Masih Disubsidi Daerah Lain

Penerimaan pajak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih mengalami defisit.

Penerimaan Pajak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Defisit, Masih Disubsidi Daerah Lain
Bangka Pos / Ardhina Trisila Sakti
Penandatanganan Zona Integritas Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kota Pangkalpinang 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Penerimaan pajak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih mengalami defisit. Hal ini diaktakan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Supendi di Kantor KPP Kota Pangkalpinang, Selasa (11/3/2018).

Dari tiga kantor perwakilan pajak yakni dari KPP Pratama Kota Pangkalpinang, KPP Pratama Bangka dan KPP Tanjung Pandan, ungkap Supendi  total penerimaan baru mencapai Rp 2,5 miliar.

Jumlah ini tak sebanding dengan yang APBN yang diterima Bangka Belitung sebesar Rp.9,6 Triliun dari alokasi DIPA dan transfer daerah.

"Total penerimaan pajak di Babel Rp.2,5 Triliun sementara belanja Rp.9,6 Triliun, ini defisit. Babel masih disubsidi oleh daerah lain sehingga kalau target penerimaan pajak gak tercapai maka makin besarlah subsidi," beber Supendi saat sambutannya di pencanangan zona integritas.

Berdasarkan data tahun lalu di 2017 lanjut  Supendi dari target pencapaian penerimaan pajak sebesar Rp.800 miliar KPP Pratama Pangkalpinang hanya memenuhi target sebesar 77 Persen. 

Sedangkan KPP Pratama Bangka yang menaungi empat Kabupaten di Pulau Bangka ditargetkan Rp 1 Triliun baru tercapai sekitar 97 Persen.

Belum optimalnya  penerimaan pajak di Bangka Belitung membuat Kementrian Keuangan pun tak memasang target tinggi di 2018 ini. Kenaikan target penerimaan pajak rata-rata hanya berkisar 23 persen dibanding 2017.

Supendi mencontohkan Kementrian Keuangan menargetkan penerimaan pajak KPP Pratama Pangkalpinang sebesar Rp. 843 miliar dari Rp. 800 miliar tahun sebelumnya.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help