Tanpa Didampingi Kuasa Hukum, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Loka Tirta Majelis Hakim Sarankan Gunakan LBH

Edi Suciptu dan Muhammad Sh.Mh selaku terdakwa dalam kasus korupsi anggaran Rehabilitasi Loka Tirta dalam sidang perdana tampak tertunduk lesu

Tanpa Didampingi Kuasa Hukum, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Loka Tirta Majelis Hakim Sarankan Gunakan LBH
Yudha Palistian
Suasana persidangan tindak pidana kolam renang loka tirta sungailiat diruang Garuda PN Pangkalpinang, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian.

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Dua terdakwa kasus Korupsi Anggaran Rehabilitasi Loka Tirta, masing-masing Edi Sucipto dan Muhammad akan mendapatkan bantuan kuasa hukum.

Hal ini terungkap dalam sidang perdana kasus tipikor Rehabilitasi kolam renang dengan agenda pembacaan surat dakwaan, Selasa (14/3/2018).

Sidang Tipikor tersebut dipimpin Ketua Hakim, Erizal dan anggota Iwan Gunawan dan Yelmi.

Pantauan bangkapos.com, kedua terdakwa Edi Sucipto dan Muhammad selaku terdakwa dalam kasus korupsi anggaran Rehabilitasi Loka Tirta dalam sidang perdana tampak tertunduk lesu, lantaran keduanya tidak didampingi kuasa hukum.

" Saudara apakah saudara tidak didampingi kuasa hukum,? tanya Erizal Majelis Hakim.

" Tidak ada,"  Jawab Edi pelan yang juga diiyakan oleh rekannya Muhammad seraya menganggukkan kepala.

Mendengar jawaban kedua terdakwa, ketua majelis hakim, Erizal menyarankan agar keduanya mengajukan didampingi kuasa hukum secara gratis melalui Lembaga bantuan hukum (LBH) untuk sidang selanjutnya.

" Untuk sidang selanjutnya saudara didampingi kuasa hukum dari LBH tanpa dipungut biaya alias gratis. Pengacara tersebut merupakan bantuan dari pegadilan negeri," tegas Erizal.

Sebelumnya  dikasus yang sama terdakwa lainnya Robert didampingi kuasa hukum  juga sudah menjalankan sidang.

Sidang  tersebut membacakan surat dakwaan perihal adanya kerugian negara sebesar Rp 299.604.750 dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka 2014.

Ketiga tersangka sudah menjadi tahanan pengadilan dan ditipkan di Lapas Tua Tunu sejak Januari 2018 lalu. Terdakwa Muhammad dan Edi sudah di tahan sejak 20 Januari 2018, sedangkan Robert sudah lebih dulu di tahan 16 Januari 2018.(*)

     

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved