Perlukah Ikut Tren Memakai Pembalut dan Pembersih Miss V?

Kita menemukan begitu banyak produk yang disebut pembersih vagina yang menawarkan bantuan untuk menghilangkan “bau vagina” dan keputihan

Perlukah Ikut Tren Memakai Pembalut dan Pembersih Miss V?
(Barabasa)
Ilustrasi Miss V 

BANGKAPOS.COM - Kita menemukan begitu banyak produk yang disebut pembersih vagina yang menawarkan bantuan untuk menghilangkan “bau vagina” dan keputihan, dan menjaga bagian intim itu tetap segar.

Dari deodoran hingga membersihkan dengan ketimun, panty liners beraroma, dan tren terbaru “menguapi vagina” atau ratus vagina.

Produk-produk ini secara aktif mempromosikan pandangan bahwa vagina perempuan harus bebas dari keputihan dan tidak berbau, atau menguarkan aroma kelopak mawar atau vanili.

Menurut Deborah Bateson, pengajar dan ginekolog dari University of Sydney, banyak perempuan menganggap keputihan sebagai hal yang tidak diinginkan dan tidak alami, padahal itu fisiologis dan normal.

Data menunjukkan sekitar setengah perempuan menggunakan “panty liner” untuk menyerap keputihan, dengan hampir 30% menggunakannya sehari-hari.

Walau banyak perempuan secara umum bukan penggemar berat “douching”, istilah bahasa Prancis untuk membersihkan vagina dengan semprotan cairan, tetapi tetap penting untuk memahami mengapa membersihkan vagina tidaklah disarankan.

Apa sih keputihan, dan mengapa itu penting?

Vagina membersihkan dirinya sendiri, dan keputihan berperan penting dalam menjaga kesehatan vagina. Sejak pubertas, ketika estrogen diproduksi, vagina dikolonisasi oleh bakteri sehat dari kelompok Lactobacillus yang memproduksi asam laktat.

Ekosistem vagina yang berlangsung seimbang disebut sebagai mikrobioma vagina dan keasaman vagina yang dihasilkan memberi proteksi terhadap infeksi yang ditransmisikan melalui hubungan seksual.

Keputihan yang sehat berasal dari cairan dari dinding vagina, mukus dari serviks serta lactobacilli, dan karena lingkungan vagina terpengaruh secara hormonal, jangan heran dengan perbedaan volume keputihan sepanjang bulan, ini benar-benar normal.

Halaman
123
Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help