PHRI Babel Ajak Tingkatkan Sektor Pariwisata, Ekonomi Babel Masuki Fase Pancaroba

Ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sedang memasuki fase pancaroba.

PHRI Babel Ajak Tingkatkan Sektor Pariwisata, Ekonomi Babel Masuki Fase Pancaroba
Bangka Pos / Nurhayati
Ketua BPD PHRI Babel Bambang Patijaya menandatangani kerjasama dengan Disbudpar Babel dan PHRI Sumsel, saat Rakerda BPD PHRI Bangka Belitung, Rabu (14/3/2018) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung Bambang Patijaya menilai ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sedang memasuki fase pancaroba.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi di Babel dibawah angka nasional dimana sebesar 4,5 persen sedangkan nasional 5,1 persen.

Namun untuk angka kemiskinan di Babel justru lebih rendah dibandingkan dengan nasional dimana angka kemiskinan di Babel hanya sebesar 4 persen sedangkan nasional sebesar 10 persen.

"Ini suatu keanehan dimana di tingkat pertumbuhan ekonomi kita tidak tinggi tetapi angka kemiskinan rendah. Sektor-sektor ekonomi yang mendukung dan memberi kontribusi produk regional domestik Bangka Belitung ternyata pariwisata ini belum masuk empat besar, yang terbesar adalah pertanian, pertambangan, retribusi pengolahan," jelas Bambang saat membuka Rakerda BPD PHRI Bangka Belitung, Rabu (14/3/2018) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat.

Dikatakannya kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah pada tahun 2011 baru sebesar 4,8 persen, namun angka ini mengalami kenaikan tetapi masih dibawah 10 persen.

Sedangkan di tingkat nasional pariwisata luar biasa pesat, bahkan menyumbang urutan kedua tingkat nasional untuk devisa negara.

Pemasukan dari sektor pariwisata sebesar 16,8 milyar US Dollar atau sekitar Rp 226 trilyun. Dari pemasukan tersebut kontribusi hotel dan restoran sekitar 20 sampai 30 persen.

"50 persen dari spending money yang dikeluarkan oleh para wisatawan di sektor perhotelan dan restoran. Kalau duitnya tadi Rp 226 trilyun ada sekitar 100 trilyun lebih yang menyentuh perhotelan dan restoran. Berapa persen yang terserap Bangka Belitung kalau satu persen saja, sekitar 21 trilyun lebih apakah sudah mencapai demikian kan belum. Artinya kita melihat ini potensi yang besar dan juga belum digarap dengan maksimal," ungkap Bambang.

Untuk itu, ia mengharap DPC PHRI dapat bersinergi menjadikan PHRI rumah besar tempat berdiskusi dan dialog dan memecahkan persoalan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan dalam menghadapi persaingan.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved