Sidang Korupsi Bibit Karet Berlanjut, Agenda Dengarkan Keterangan Saksi

Saya hanya mendatangi berita acara yang telah disetujui oleh terdakwa evan sandy selaku Pejabat Pembuat

Sidang Korupsi Bibit Karet Berlanjut,  Agenda Dengarkan Keterangan Saksi
Bangkapos/Yudha Palistian
Tiga orang terdakwa nampak duduk di persidangan di ruang garuda pengadilan negeri tipikor pangkalpinang, Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 11.00 wib 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian.

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Sidang pidana kasus korupsi bibit karet dilanjutkan hari ini. Agenda yang dijalankan masih mendengarkan keterangan para saksi,  sidang dimulai sekitar pukul 11.00 wib.

"Agenda sidang pada hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi," ujar Corry Oktarina selaku ketua hakim di pengadilan negeri Tipikor Pangkalpinang,  Rabu (14/3/2018).

Jaksa Penuntut Umum,  Noviansyah mengatakan kasus ini menjerat tiga terdakwa yaitu Evan Sandy selaku pejabat pembuat komitmen, Muhammad Arsyad sebagai direktur CV Jasmine dan Jimmy Elvino adalah  Ketua Tim Kerja Pelaksana Teknis bibit karet.

Sebelumnya pekan lalu,  sidang digelar dengan agenda pembacaan surat dakwaan,  sedangkan hari ini para saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)  yaitu muhammad haryanto dan jumadil akhir.

Muhammad merupakan penyimpan barang di Dinas Kehutanan Bangka Selatan sedangkan Jumadil adalah pejabat penata keuangan daerah.

Didalam persidangan Muhammad mengaku tidak pernah menyimpan bibit karet tersebut dikarenakan bibit tersebut langsung diberikan ke kelompok tani bangka selatan.

"Saya hanya mendatangi berita acara yang telah disetujui oleh terdakwa Evan Sandy selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)," ucap Muhammad.

Sedangkan menurut saksi Jumadil selaku pejabat penata keuangan daerah, total anggaran yang tertera didalam kontrak sekitar 4 Miliar.

"Didalam kontrak tersebut tertera penjanjian antara Muhammad Rosyad adalah Wakil direktur CV. Za. Jasmine selaku Penyedia Pengadaan bibit karet okulasi tahun anggaran 2013 dengan Evan Sandy selaku Pejabat pembuat komitmen (PPK)," ujar jumadil.

Kerugian keuangan Negara atau perekonomian Negara sebesar Rp. 1.523.890.000,00,- (satu milyar lima ratus dua puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh ribu rupiah), sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Penghitungan Kerugian Negara yang dibuat oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 07 September 2017.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help