Leisure Bangka Belitung

Bukan Menu Baru, Ketam Isi Ini Resep Legendaris Selama 40 Tahun

Ketam isi mulai ada sejak 40 tahun yang lalu dan pertama dikenalkan di Rumah Makan Pribumi.

Bukan Menu Baru, Ketam Isi Ini Resep Legendaris Selama 40 Tahun
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Ketam isi di Rumah Makan Pribumi, Tanjungpandan yang telah ada sejak berdirinya rumah makan tersebut 40 tahun yang lalu. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Berkembangnya pariwisata Belitung, berbagai pilihan makanan untuk oleh-oleh pun beragam. Satu diantaranya adalah ketam (kepiting)  isi.

Bukan makanan baru, ketam isi ternyata makanan yang telah lama ada di Negeri Laskar Pelangi ini.

Ketam isi mulai ada sejak 40 tahun yang lalu dan pertama dikenalkan di Rumah Makan Pribumi.

Pemilik Rumah Makan Pribumi, Hestiana mengatakan, resep tersebut mulai dibuat orangtuanya.

"Memang disini pertama kali resep ketam isi, yang mulai membuatnya adalah belau tue (orang tua) saya dulu. Sudah mulai dari restoran ini ada, sudah 40 tahun," jelasnya pada posbelitung.co, Kamis (15/3/2018).

Baca: Sensasi Menyantap Ketam Isi Mak Cik di Belitung, Rasa Kepitingnya Lebih Berasa

Resep tersebut kemudian diturunkan kepadanya yang mewarisi rumah makan warisan keluarganya di Jalan Mt. Haryono, Tanjungpandan.

Mempertahankan resep warisan dari orangtua, Hestiana memiliki pelanggan setia yang telah puluhan tahun membeli ketam isi buatannya.

Satu diantar pelanggan setianya adalah Rusmanto.

Baca: Jalan-jalan ke Pantai, Hartati Sulap Kulit Kerang Jadi Barang Kerajinan Beromzet Puluhan Juta

Pria yang kini sudah paruh baya tersebut telah berlangganan sejak ia muda dulu.

"Sudah lebih dari 20 tahun saya beli ketam isi disini. Walaupun sekarang banyak tempat lain yang jual, tapi saya sudah tidak bisa pindah ke lain hati," ungkapnya.

Ia mengatakan, rasa dari ketam isi di Rumah Makan pribumi masih sama dan tidak ada yang berubah.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help