Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10 Persen Menjadi Rp 4.914 Triliun

Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3 persen menjadi Rp 4.914 triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10 Persen Menjadi Rp 4.914 Triliun
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3 persen (yoy) menjadi 357,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.914 triliun (kurs Rp 13.748 per dollar AS)

Adapun rinciannya adalah 183,4 miliar dollar AS atau setara Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan 174,2 miliar dollar AS atau setara Rp 2.394 triliun utang swasta.

Baca: Mahfud MD Ungkap Sosok Asli Gubernur NTB TGB Zainul Majdi yang Diusulkan Maju Pilpres

Direktur Departemen Statistik BI, Tutuk S.H. Cahyono menyebutkan, pertumbuhan utang luar negeri itu sejalan dengan banyaknya proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan, serta berbagai kegiatan lainnya.

"Pertumbuhan ULN Indonesia per akhir Januari 2018 bersumber dari pertumbuhan ULN sektor swasta sebesar 6,8 persen (yoy) serta sektor pemerintah dan bank sentral sebesar 13,7 persen (yoy)," kata dia di Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Tutuk mengatakan, struktur ULN sektor pemerintah dan bank sentral tetap sehat.

Hal ini terlihat dari jangka waktu asal yang didominasi oleh ULN jangka panjang, yaitu 98,1 persen dari total.

//

Baca: Roro Fitria Pernah Pamer Setiap Sudut Rumahnya, Begini Penampakannya yang Bikin Orang Bergidik

Kenaikan ULN sektor pemerintah dan bank sentral dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 2,8 miliar dollar AS, didorong oleh naiknya ULN jangka panjang sebesar 1,8 miliar dollae AS.

Lalu dari sisi instrumennya, kenaikan LN tersebut dipicu oleh arus masuk dana asing pada Surat Berharga Negara (SBN) serta peningkatan pinjaman.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved