PT Timah Tbk Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral

PT Timah menjalin kerjama dengan BLU P3GL Kementerian ESDM RI dalam mengoptimalisasi penge­lolaan sumber daya dan cadangan mineral di laut.

PT Timah Tbk Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya dan Cadangan Mineral
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) pelaksanaan kerjasama operasional BLU P3GL, Jumat (16/3). 

BANGKA POS - PT Timah Tbk semakin masif menjadi penentu harga timah di pasar dunia.

Satu diantara upayanya menjalin kerjama dengan BLU P3GL Kementerian ESDM RI dalam mengoptimalisasi penge­lolaan sumber daya dan cadangan mineral di laut.

Tampak dari hasil Forum Group Discussion (FGD) pelaksanaan kerjasama ope­rasional BLU P3GL dilaksanakan, Jumat (16/3) lalu.

Diskusi tersebut dihadiri Direktur Keuangan Inalum Persero Oggy Achmad Kosasih, Ketua Badan Litbang ESDM Suty Yastoto, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Prof Syakhreza, Direktur PPK BLU Djoko Hendrato, Kepala P3GL Hedi Hidayat, Fungsional Utama Badan Geologi Aimin Tampubolon dan tamu undang lainnya.

Koordinator Pelaksana BLU PG3L, Noor Cahyo menyampaikan hasil FGD mengatakan kondisi saat ini PT Timah Tbk mempunyai sumber cadangan sebesar 790 ribu ton.

Potret kegiatan Forum Group Discussion (FGD) pelaksanaan kerjasama operasional BLU P3GL, Jumat (16/3).
Potret kegiatan Forum Group Discussion (FGD) pelaksanaan kerjasama operasional BLU P3GL, Jumat (16/3). (Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka)

Berdasarkan validasi sumber daya dan cadangan jumlah tersebut hanya seperlima dari China. Sehingga perlu tambahan kepemilikan timah bagi PT Timah Tbk maupun Indonesia.

“Menjadi penentu harga timah dunia dibutuhkan tambahan kepemilikan timah,” kata Noor Cahyo.

Melihat hal tersebut, langkah strategis mengatasi tantangan tersebut, PT Timah melakukan KSO bersama BLU PG3L sebagai upaya mengoptimalisasi pengolahan sumber daya dan cada­ngan mineral.

Hal ini berguna membentuk sinergitas yang solid dan saling mengisi khususnya Litbang dan PT Timah Tbk.

Menyinggung perubahan status Litbang menjadi BLU, hasil FDG mengharapkan seluruh satuan kerja mampu meningkatkan pelayanan kepada masyrakat. Lalu, mengintensifikasi pendapatan negara di sektor ESDM sesuai Undang-undang No.1 Tahun 2004. Serta, sebagai sumber pendanaan alternatif pada kegiatan riset.

“Kerjasama Litbang dan PT Timah Tbk dapat mudah dan segera terlaksana terutama setelah status Litbang menjadi BLU,” ujar Noor Cahyo.

Selanjutnya, diterangkan bahwa BLU P3GL bisa menggandeng mitra usaha dalam mengerjakan sejumlah proyek berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan No.136 Tahun 2016.

Dalam mekanisme KSO atau manajemen, mitra usaha harus mempunyai pendanaan, teknologi dan mampu memasarkan hasil. Baik, mitra usaha dari BUMN, BUMD, Swasta, BLU maupun Pemda.

Dipenghujung pembacaan hasil FDG tersebut, Noor Cahyo menyampaikan harapan setelah adanya diskusi diharapkan KSO dapat segera terwujud dan memenuhi target mineral timah. Sehingga, terjadi peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pemasukan negara, baik setoran BLU, jasa survei dan pengolahan bersama wilayah izin penambangan timah di dasar laut.

"Tugas kita tidak berhenti sampai disini saja tetapi harus merumuskan usulan rekomendasi teknis dan kebijakan terkait pelaksanaan KSO. Guna menarik ke­sepakatan pembagian hak dan kewajiban yang tercermin di alur bisnis dan kontribusi aset masing-masing pihak dengan berprinsip saling menguntungkan,” tutup Noor Cahyo saat membaca hasil FDG, Jumat (16/3) lalu. (advertorial/p1)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help