Uang di Rekening Bisa Lenyap dalam Sekejap, Kejahatan 'Skimming' Hantui Nasabah Bank

Metode skimming adalah pencurian data nasabah pada kartu debit dengan memasang perangkat skimmer pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Uang di Rekening Bisa Lenyap dalam Sekejap, Kejahatan 'Skimming' Hantui Nasabah Bank
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Polisi merilis kasus pembobolan uang nasabah bank dengan cara skimming di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). 

Baca: Baba Vanga dan 12 Ramalannya, 2018 China Berkuasa hingga Tahun 5079 Akhir dari Kehidupan Dunia

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto akhir pekan lalu menyatakan, BRI harus mempercepat migrasi kartu debit dari teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi cip.

Alasannya, teknologi cip lebih aman dan menurunkan risiko kejahatan seperti dengan metode skimming.

//

"Yang di-skimming kartu kartu debit yang menggunakan magnetic stripe. Secara ketentuan untuk saldo di bawah Rp 5 juta juga masih gunakan magnetic stripe, makanya BRI harus percepat migrasi ke cip," sebut Erwin.

Baca: Talenta Muda Luar Biasa, 3 Maulana Beda Generasi Jadi Pilar Utama Timnas Indonesia

BI sendiri menargetkan pada 2021 semua kartu sudah menggunakan teknologi cip.

Adapun target tersebut diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015 tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Cip Kartu ATM/Debit.

Landasan hukum surat edaran itu adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/2/PBI/2012 tentang National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS).

Penerapan NSICCS pada kartu ATM atau debit memiliki tujuan utama untuk meningkatkan keamanan bertransaksi menggunakan kartu ATM dan/atau kartu.

Bank sentral menerapkan batas waktu 31 Desember 2018 berupa implementasi 30 persen kartu ATM dan/atau kartu debit yang beredar telah menggunakan teknologi cip dan PIN online 6 digit.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved