1.476 Masyarakat Pangkalpinang Terancam Tak Bisa Memilih

Hasil rekapitulasi daftar pemilih yang dilakukan oleh KPU Pangkalpinang menemukan 1.476 masyarakat Pangkalpinang terancam tak bisa memilih.

1.476 Masyarakat Pangkalpinang Terancam Tak Bisa Memilih
Bangka Pos / Hendra
Divisi Perencanaan dan Data Informasi, KPU Pangkalpinang, Yusmayadi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hasil rekapitulasi daftar pemilih yang dilakukan oleh KPU Pangkalpinang menemukan 1.476 masyarakat Pangkalpinang terancam tak bisa memilih.

Dari jumlah tersebut diantaranya ada yang tidak memiliki identitas atau e-KTP. Kemudian verifikasi faktual, KPU tidak menemukan alamat pemilih tersebut.

Divisi Perencanaan dan Data Informasi, KPU Pangkalpinang, Yusmayadi kepada bangkapos.com, Selasa (20/3/2018) mengatakan syarat untuk bisa memilih harus menunjukkan e-KTP atau surat keterangan.

“Data itu hasil verifikasi faktual kami. Dan sudah kita sampaikan ke Dukcapil untuk diproses agar mereka bisa memilih. Data 1.476 itu merupakan daftar pemilih potensial. Artinya mereka memenuhi syarat sebagai pemilih tapi tidak kita temukan dan tidak memiliki identitas saat diverifikasi,” jelas Yusmayadi.

Pemilih wajib menunjukkan form C6/KWK, e-KTP atau surat keterangan kepada KPPS saat hendak memberikan suaranya. Aturan ini diatur di PKPU 8 tahun 2018, pasal 7 tentang pemungutan suara dan penghitungan suara.

“Dari data itu nanti kita akan berkoordinasi lagi dengan dukcapil. Apakah mereka ini memang belum merekam e-KTP atau seperti apa nanti akan kita tindaklanjuti lagi ke dukcapil,” ujar Yusmayadi.

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved