Diprotes Ibu-ibu, Didit Minta Pansus Berhati-hati Tangani Raperda Supaya Tak Memberatkan

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya bingung dan kaget tiba-tiba ditemui ibu-ibu saat turun ke lapangan.

Diprotes Ibu-ibu, Didit Minta Pansus Berhati-hati Tangani Raperda Supaya Tak Memberatkan
Bangkapos/Hendra
Didit 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya bingung dan kaget tiba-tiba ditemui ibu-ibu saat turun ke lapangan.

Rencana DPRD Babel dan Pemerintah Daerah akan mewacanakan merevisi perda tentang pendidikan terkait pemungutan iuran penyelenggara pendidikan (IPP) sebesar Rp 75.000.

“Saya kaget kabar ini mencuat di media. Ibu-ibu komplaian soal adanya pemungutan IPP sebesar Rp 75.000. Ini sama saja dengan biaya komite yang dulu sudah kita hapuskan. Inikan sama saja dengan uang komite hanya namanya saja yang berbeda. Tujuannya juga sama untuk penyelenggaraan pendidikan,” ujar Didit Srigusjaya kepada bangkapos.com, Rabu (21/3/2018).

Lanjut Didit, kalau IPP sebesar Rp 75.000 cukup memberatkan masyarakat. Bila ada masyarakat yang anaknya 2 bersekolah sudah dibebankan Rp 150.000.

“Harus ada kebijaksaan yang pro rakyat. Jangan juga memberatkan masyarakat. Karena beberapa tahun lalu pungutan ini sudah dihapus dan tidak ada lagi yang namanya pungutan,” kata Didit.

Dia berharap pansus yang menangani raperda ini untuk berhati-hati. Jangan perda yang dibuat tersebut justru membebankan dan memberatkan masyarakat.

Apalagi kata Didit, perekonomian masyarakat di Bangka Belitung saat ini sedang sulit.

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved