Polda Babel Tahan 4 Mantan Karyawan Bank, Diduga Manipulasi Transaksi Nasabah

Sebanyak empat mantan karyawan sebuah bank swasta ditahan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mereka ditahan terkait kasus manipulasi transaksi

Polda Babel Tahan 4 Mantan Karyawan Bank, Diduga Manipulasi Transaksi Nasabah
Bangka Pos / Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen (Pol) Syaiful Zachri Minggu (31/12/2017). 

BANGKAPOS.COM - Sebanyak empat mantan karyawan sebuah bank swasta ditahan Polda Kepulauan Bangka Belitung. Mereka ditahan terkait kasus manipulasi transaksi dengan kerugian nasabah diperkirakan mencapai Rp 316 juta.

“Saat ini masih proses pemberkasan penyidik. Nanti akan segera dilimpahkan pada kejaksaan,” kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Syaiful Zachri kepada Kompas.com, Rabu (21/3/2018).

Syaiful mengungkapkan, para pelaku bekerja sama melakukan penggelapan data transaksi di internal bank. Setelah dilakukan audit pihak bank, ditemukan ketimpangan data yang kemudian kasusnya dilimpahkan ke polisi.

Para pelaku yang kini berstatus tersangka sebelumnya tercatat bekerja pada Bank Arta Graha Grup Cabang Pangkal Pinang.

Masing-masing tersangka berinisial WC selaku mantan kepala cabang, W sebagai tim leader, serta R dan E yang tercatat sebagai staf.

Para tersangka diduga bekerja sama memanipulasi data transaksi sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per nasabah. Total nasabah yang dirugikan mencapai 70 orang. Modus tersangka dengan menaikkan uang muka pinjaman dari seharusnya Rp 4 juta menjadi Rp 6 juta.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung saat ini masih melengkapi berkas penyidikan para tersangka dan belum menetapkan tersangka baru.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 49 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 10/ 1998 tentang Perbankan dengan hukuman minimal lima tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Manipulasi Transaksi Nasabah, 4 Mantan Karyawan Bank Ditahan Polisi"

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help