Dituntut Jaksa 1 Tahun dari Kasus Tambang Ilegal, Alimuddin Menyesal, Minta Keringanan Hukuman

Alimuddin duduk terpaku dihadapan para majelis hakim, saat jaksa penuntut umum Horman Harahap menuntut 1 tahun penjara

Dituntut Jaksa 1 Tahun dari Kasus Tambang Ilegal, Alimuddin Menyesal, Minta Keringanan Hukuman
Bangka Pos/Adinda Rizki Amanda
Alimuddin yang mengenakan baju Koko kuning dan kopiah hitam saat memasuki ruang persidangan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Alimuddin duduk terpaku dihadapan para majelis hakim, saat jaksa penuntut umum Horman Harahap menuntut 1 tahun penjara atas kasus pertambangan ilegal yang menjeratnya, Kamis (22/3/2018).

Tanpa didampingi kuasa hukum alimuddin alias Hatta bin Saing datang ke persidangan dengan agenda tuntutan dari penuntut umum. Dihadapan para majelis hakim ia meminta keringanan atas tuntutan yang diterimanya.

"Saya menyesal, orang tua saya lagi sakit Bu" ungkap Alimuddin saat sidang berlangsung di ruang Tirta PN Pidum Pangkalpinang.

Kasus pertambangan ilegal tanpa IUP, IPR dan IUPK telah menjerat Alimuddin sejak tanggal 18 November 2017.

Dari kasus tersebut ia terancam dipidanakan dalam Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Barang bukti yang telah diamankan berupa Bodi ponton Ti rajuk terdiri dari drum plastik sebanyak 28 buah yang dirakit dengan menggunakan kerangka kayu, mesin 26 PK 3 unit, pipa 4 inci 1 batang, pipa jumbo 2,5 inci sebanyak 2 batang, 1 batang 6 meter, selang monitor 2,5 inci sebanyak 17 meter, sakan (tempat pencucian timah), besi mata rajuk 1 buah panjang 9 meter, pasir yang mengandung timah sebanyak ± 30 kilogram.

Persidangan ini dipimpin oleh ketua hakim Sri Endang dan anggota hakim Iwan Gunawan serta Hotma Sipahutar.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help