Kasus Dugaan Money Politic, Kuasa Hukum Dodot Akan Ajukan Enam Saksi Kunci

Ia mengatakan bahwa terkait bukti video yang direkam secara diam-diam oleh pihak Panwaslu adalah tidak

Kasus Dugaan Money Politic, Kuasa Hukum Dodot Akan Ajukan Enam Saksi Kunci
Bangkapos/Yudha Palistian
Kuasa hukum Ismiryadi alias Dodot memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan money politic, Kamis, (22/3). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Terkait kasus dugaan money politic yang menimpa Ismiryadi aliat Dodot,  tim kuasa hukumnya Saleh menyatakan akan ajukan enam saksi kunci untuk meringankan calon wakil walikota Pangkalpinang tersebut.

"Setelah kami telaah secara keseluruhan, kami menemukan fakta yang tidak sesuai dengan penetapan klien kami yaitu ismiryadi alias dodot sebagi tersangka," ucap Saleh kepada BangkaPos,  Kamis (22/3/2018).

Ia mengatakan bahwa terkait bukti video yang direkam secara diam-diam oleh pihak Panwaslu adalah tidak benar.

"Seharusnya panwaslu berhati-hati dalam penindakan, serta pihak panwaslu melakukan pencegahan saat tim sukses dari calon walikota ismiryadi melakukan pengisian token tersebut," ucapnya dengan tegas.

Dalam video itu pun,  menurutnya Ismiryadi tidak memencet maupun mempengaruhi timsesnya,  hal ini berbanding terbalik dengan yang dikatakan oleh pihak Panwaslu.

Surat Protes

Ismiryadi alias dodot melalui kuasa hukumnya ,  Saleh akan ajukan surat protes kepada penyidik terkait dugaan money politik yang menimpa dirinya.

"Kami akan mengajukan surat protes terhadap penyidik, hal ini dikarenakan penyidik selalu berubah-ubah," ucap saleh dengan tegas.

Ia juga menambahkan,  bahwa klien kami diperlakukan tidak pantas oleh pihak penyidik dalam kasus ini.

"Penyidik mengatakan akan memeriksa klien kami siang tadi,  terus berubah ke sore hari,  sekarang saja sudah sore," cetus Saleh kepada BangkaPos.com.

"Surat protes tersebut sudah kami buat,  dan akan dikirim sore ini juga ke pihak penyidik,  tutupnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help