Kakak Beradik ini, Gantungkan Hidup Jualan Celana Obral Hingga Berpindah Kota

Kalau lagi sepi, sepi sekali kalau lagi ramai, ramai sekali jadi enggak menentu. Adik saya (Abidin) tidak ingin

Kakak Beradik ini, Gantungkan Hidup Jualan Celana Obral Hingga Berpindah Kota
Bangkapos/Yudha Palistian
Lohong mengenakan pakaian hitam dan adiknya (Abidin) sedang duduk disampingnya sambil menunggu pelanggan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Lohong (20) dan Abidin (14), kakak beradik ini tak pernah putus asa dan tak pernah menyerah dengan keadaan hidup mereka yang serba sederhana.

Lohong dan Abidin adalah warga kelurahan Taman Sari Pangkalpinang yang harus berjualan celana obral setiap harinya.

Keduanya mulai berjualan celana sejak tahun 2014 silam.

Lohong setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) harus mengadu nasib pindah ke kota Palembang untuk berjualan celana obral yang selalu menjadi andalan ekonomi keluarga.

Sedangkan adiknya (Abidin) tak melanjutkan sekolah lagi dikarenakan ingin membantu kakaknya berjualan.

Lohong berusaha keras agar dapat menghasilkan uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Mulanya ia belajar berjualan secara kecil-kecilan. Setelah menabung dari hasilnya berjualan.

Ia lalu membeli dengan jumlah banyak yang didatangkan dari Jakarta.

"Saya dua tahun berjualan di Palembang,  lalu pindah kembali ke Bangka sudah dari tahun 2016 lalu,  kelebihan kalau jualan di pangkalpinang lebih aman dan nyaman," ucap Lohong kepada BangkaPos,  jumat,  (23/3/2018).

Ia juga menambahkan,  sehari-hari paling hanya terjual 10- 15 celana dengan harga celana panjang Rp 80 ribu  dan celana pendek Rp 60 ribu.

"Kalau lagi sepi,  sepi sekali kalau lagi ramai,  ramai sekali jadi enggak menentu. Adik saya (Abidin) tidak ingin melanjutkan sekolah nya karena ingin membantu saya berjualan," tuturnya suara lembut.

Pantauan BangkaPos ditempat keduanya berjualan,  di jalan pasar pagi itu nampak banyak jenis celana yang berjejer ditepi jalan raya. Cuaca panas terik tak menghalangi niat mereka untuk mencari uang sekedar tuk sesuap nasi.

"Kami buka dari pukul 08.00 wib hingga menjelang malam sekitar pukul 19.00 wib,  harapan kami sih semoga jualan kami laris manis untuk biaya hidup," tutup lohong. (*)



Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved