Tak Kunjung Selesai, Didit Sebut Perda Zonasi Babel Tersandera

Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Banten sama-sama terbentuk menjadi propinsi baru. Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan, sedangkan

Tak Kunjung Selesai, Didit Sebut Perda Zonasi Babel Tersandera
Bangka Pos/Hendra
Didit Srigusjaya 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya merasa aneh dengan penyelesaian perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (ZWP3K). Pasalnya, hingga saat ini payung hukum tersebut tak kunjung selesai.

Didit mengatakan, Provinsi Babel kalah dari Provinsi Banten yang sama-sama terbentuk menjadi provinsi.

Padahal negeri kata Politisi PDI P ini Negeri Serumpun Sebalai merupakan daerah kepulauan, sedangkan Banten bukan daerah kepulauan, tapi Banten lebih dahulu memiliki Perda RZWP3K.

“Banten yang bukan daerah kepulauan sudah ada perda RZWP3K. Sedangkan Bangka Belitung yang daerah kepulauan sampai saat ini tak selesai-selesai. Saya rasa perda zonasi ini tersandera,” ujar Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Babel kepada bangkapos.com, Jumat (23/3/2018).

Padahal lanjut Didit, DPRD Babel sudah tak sabaran ingin membahas perda RZWP3K tersebut. Perda ini diklaim bisa menyelesaikan konflik zonasi tambang, kelautan, pariwisata dan mengamankan pulau-pulau yang ada di Bangka Belitung.

“Adanya perda zonasi ini bisa menjawab permasalahan yang selama ini bikin konflik di masyarakat kita. Tapi sampai sekarang ini draf perda zonasi ini tidak tahu lagi kabarnya. Belum juga diserahkan pemerintah daerah ke DPRD Babel,” jelas Didit Srigusjaya.

Penulis: Hendra
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved