Leisure Bangka Belitung

Babel Miliki Akulturasi dan Asimilasi Budaya Melayu Tionghoa yang Indah

ada dua unsur yang tidak dimiliki masyarakat di daerah lain tetapi terdapat di Babel yakni adanya akulturasi dan

Babel Miliki Akulturasi dan Asimilasi Budaya Melayu Tionghoa yang Indah
Bangkapos/Nurhayati
Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran Perikanan dan Pariwisata Kementerian Koordinasi Bidang Kemaririman Rahman Hidayat didampingi Sekda Babel Yan Megawandi, memberikan angpau kepada barongsai, saat pembukaan Bangka Culture Wave, Sabtu (24/3/2018) di Pantai Tongaci Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Asisten Deputi Infrastruktur Pelayaran Perikanan dan Pariwisata Kementerian Koordinasi Bidang Kemaririman Rahman Hidayat memuji harmonisasi budaya yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diakuinya ada dua unsur yang tidak dimiliki masyarakat di daerah lain tetapi terdapat di Babel yakni adanya akulturasi dan asimilasi budaya yang indah.

"Salah satu keindahan utama di Babel yang tidak dimiliki daerah lain, kalau alam semua daerah Indonesia indah, hanya saja yang sulit dijumpai di daerah lain tapi ada di Babel yakni akulturasi dan asimilasi yang terjadi. Budaya etnik Tionghoa dan Melayu yang menyatu. Ini juga melahirkan kuliner yang hebat," puji Rahman pada acara pembukaan Bangka Culture Wave, Sabtu (24/3/2018) di Pantai Tongaci Sungailiat.

Dia mengatakan, di Pulau Belitung penerbangan internasionalnya bisa hidup lagi dan di Pulau Bangka bisa melakukan penerbangan langsung dari luar negeri.

Dia mengharapkan adanya direct flight dari Singapura dan Malaysia ke Pulau Bangka. 

Diakuinya selama ratusan tahun Babel sebagai penghasil timah. Untuk itu ke depan pemerintah daerah bisa sepakat pariwisata bisa menjadi soko guru utama pengerak ekonomi daerah.

"Adanya harmonisasi baru antara tambang dengan pariwisata. Harmonisasi industri pariwisata harus dicari balancingnya," tegas Rahman. 

Untuk itu,  Babel termasuk target sembilan provinsi utama agar segera diterbitkannya zonasi kelautan.

Dengan demikian pengembangan investasi jelas mana untuk pertambangan, perikanan parwisata.

"Dari zona kelautan inilah kita tahu pariwisata untuk pengembangan daerah pesisir," jelas Rahman.

Ia juga mengingatkan masalah sampah dimana semua masyarakat harus peduli sampah terutama sampah plastik. 

Rahman minta agar masyarakat tidak membuang sampah ke laut dan sungai. (*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help