Bawaslu RI Acungkan Jempol, Kampoeng Awas Pemilu di Desa Labu Pertama Kali di Indonesia

Ide yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Bangka ini luar biasa dan nanti akan kita ceritakan dengan kawan

Bawaslu RI Acungkan Jempol, Kampoeng Awas Pemilu di Desa Labu Pertama Kali di Indonesia
Bangkapos/Nurhayati
Lauching dan peresmian Kampoeng Awas Pemilu, yang dilaksanakan Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Republik Indonesia Mochammad Afifuddin, Sabtu (24/03/2018) di Lapangan Bola, Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Republik Indonesia Mochammad Afifuddin melauching dan meresmikan Kampoeng Awas Pemilu, Sabtu (24/03/2018) di Lapangan Bola, Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka.

Pada kesempatan ini ia memberikan acungan jempol adanya ide Kampoeng Awas Pemilu yang digagas oleh panwaslu bersama para panwascam di Kabupaten Bangka.

Afifuddin menilai, Kampoeng Awas Pemilu ini merupakan gerakan yang sangat baik untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu dan baru terjadi pertama kali ada di Indonesia. 

"Ide yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Bangka ini luar biasa dan nanti akan kita ceritakan dengan kawan-kawan se Indonesia yang akan dicatat sejarah," puji Afifuddin.

Ditegaskannya, bahwa pengawasan adalah bagian dari upaya memastikan berjalannya pilkada terbebas dari kecurangan.

Keberadaan Kampoeng Awas Pemilu  selain mengawasi pemilihan kepala daerah juga untuk pengawasan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. 

Oleh karena itu keberadaan Kampoeng Awas Pemilu sangat membantu Bawaslu untuk mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu agar berjalan dengan baik tanpa ada pelanggaran.

"Kami menberikan apresiasi adanya inisiatif untuk menjaga kampung dari praktek-praktek tidak baik seperti politik uang, memfitnah, menghasut, dan perbuatan sara," ungkap Afifuddin.

Menurut dia tugas pengawasan ini adalah pekerjaan yang banyak tidak disukai namun tetap harus dilaksanakan agar proses pilkada, pileg dan pilpres berjalan lancar, aman dan baik sesuai ketentuan.

"Proses pilkada bukan ujian seperti ujian sekolah karena proses pilkada hanya memiliki satu pemenang yang semuanya berlomba untuk menjadi pemenang. Yang pada akhirnya apabila tanpa pengawasan membuat semua paslon berebut kemenangan dengan cara yang tidak baik," pesan Afifuddin.

Dikatakannya, tanpa dibantu masyarakat, tidak mungkin panwaslu bisa bekerja sendiri.

Oleh sebab itu ia mengharapkan para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu mendukung terlaksananya pilkada serentak tahun 2018 khususnya Pilkada Bupati Bangka.

"Kita berharap pemilihan kepala daerah dan pelaksanaan pilkada, pileg dan pilpres sukses tanpa ada pelanggaran. Dengan adanya Kampoeng Awas Pemilu meminimalisir adanya pelanggaran, karena peran serta masyarakat ikut mengawasi," harap Afifuddin.

Kegiatan ini dihadiri oleh Komisioner KPU Babel Davitri, Kepala Kesbanglinmaspol Babel Tarmin, Ketua Panwaslu Bangka Corri Ihsan, Komioner Panwaslu Babel Zulkipli dan Deny, Ketua KPU Bangka Zulkarnain serta undangan lainnya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved