Komunitas Beatbox Pangkalpinang, Kreatif dan Kantongi Prestasi

Hinggga kini, Pangkalpinang Beatbox memiliki 25 beatboxer. Mereka sering berkumpul di Alun-Alun Kota

Komunitas Beatbox Pangkalpinang, Kreatif dan Kantongi Prestasi
Ist
Komunitas Beatbox 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Yudha Pratama


BANGKAPOS.COM, BANGKA-- "Mbum… cik… dug.. jad… jedug.." suara-suara ini bergantian keluar dari mulut Hanif (17) dan Alan (16).

Ternyata mereka sedang menirukan suara alat musik, perkusi. Suara yang mereka keluarkan dari mulut mengalir menjadi nada-nada membentuk irama bak sebuah lagu. 

Itulah beatbox, suatu bentuk seni yang fokus menghasilkan bunyi-bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, khususnya suara turntable. 

Dimas (17), Rivandy (17) dan Edy (17), merupakan bagian dari komunitas ini. Mereka sangat  piaiwai memainkan suara-suara seperti itu. 

Awalnya, muncul inisiatif mereka mengajak beberapa anak muda Pangkalpinang musyawarah mufakat  membentuk dan mersemikan Komunitas Pagkalpinang Beatbox, Tanggal 15 Juli 2015 silam.

Komunitas ini menjadi satu-satunya komunitas yang menaungi beatboxer di Pulau Bangka. 

Hinggga kini, Pangkalpinang Beatbox memiliki 25 beatboxer. Mereka sering berkumpul di Alun-Alun Kota Pangkalpinang, guna menyatukan gaya. Prestasi yang diukir anggota beatbox ini tidak main-main, karena berbagai  penghargaan telah diraih.

Dimas, pernah menyabet  Juara Dua Honda Beatbox Battle Tahun 2016, Rivandy, Juara 3 Honda Beat box Battle Tahun 2016.

Mereka juga dipercaya sebagai pengisi acara pergantian tahun baru,  2017 di Pantai Tongaci dan Hotel Aston.

Selain itu, mereka dinobatkan sebagai Finalis Justicia Got Talent di Universitas Bangka Belitung Tahun 2018.  

"Kebanyakan usia yang terdata saat ini berkisar dari usia 17 hingga 20 tahun, dan kami selalu berkumpul tiap minggu sore di alun-alun,"  kata Hanif kepada Bangka Pos Groups,  Jumat (23/3/2018).

Hanif serta anggota lainnya mempelajari seni suara mulut tersebut secara otodidak tanpa ada guru pendamping maupun sekolah khusus beatbox.

Pengalaman yang mereka dapatkan menjadi sebuah karya tersendiri. "Saya dan anggota lainnya belajar melalui media,  saling berbagi ilmu dan mengasah sendiri," kata Hanif seraya menambahkan, target mereka nantinya sukses di Kompetisi Nasional, Java Beatbox

"Beatbox merupakan sebuah komunitas yang bisa mengasah kreatifitas. Walaupun sebenarnya di Bangka ini, beatbox belum begitu bergema, namun harapan kami  ke depannya beatbox di Bangka lebih dihargai dan dikenal banyak kalangan," harapnya. (*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help