Obat Kanker Ini Lebih 'Ramah Kantong' Diproduksi di Indonesia Loh!

Setiap tahun, jumlah kasus kanker limfoma terus meningkat. Pada 2012, Global Burden Cancer mencatat adanya peningkatan

Obat Kanker Ini Lebih 'Ramah Kantong' Diproduksi di Indonesia Loh!
Obat kanker limfoma kini diproduksi di Indonesia sehingga harganya lebih terjangkau dan lebih mudah didapatkan.(Dexa Medica) 

BANGKAPOS.COM– Setiap tahun, jumlah kasus kanker limfoma terus meningkat. Pada 2012, Global Burden Cancer mencatat adanya peningkatan jumlah pasien kanker limfoma (non-hodgkin) untuk laki-laki sebesar 6 persen dan pasien perempuan mencapai 4,1 persen per tahun.

Hasil riset tersebut membuat kanker limfoma menjadi salah satu dari sepuluh penyakit kanker yang memiliki pasien terbanyak di dunia pada tahun yang sama.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, sekitar 1 juta orang di dunia menderita kanker limfoma pada 2013. Dari total tersebut, sebanyak 14.905 pasien berasal dari Indonesia.

Di Indonesia sendiri, kanker limfoma juga dikenal dengan nama kanker kelenjar getah bening. Nama tersebut merujuk kepada bagian tubuh yang diserang, yakni sistem limfatik.

Sistem limfatik merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sebabnya, sistem ini menghubungkan kelenjar limfe atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh.

Baca: Nyata, Gajah Tertangkap Kamera Seperti Merokok Apa yang Terjadi?, Simak Videonya

Penyebab kanker limfoma

Gejala utama yang dialami oleh penderita bila sudah terinfeksi adalah munculnya benjolan pada bagian leher, ketiak, atau lipat paha. Benjolan ini biasanya tidak disadari oleh penderita dan tidak terasa sakit.

Selain benjolan, terdapat pula sejumlah gejala lain yang mungkin dirasakan oleh penderita limfoma, di antaranya suhu tubuh turun-naik, cepat merasa lelah, sesak napas, gatal terus-menerus di seluruh tubuh tanpa sebab (ruam), serta pembesaran amandel.

Apabila seseorang sudah mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan perawatan dan diagnosis yang tepat. Pada tahap ini, dokter akan melakukan tes biopsi kelenjar getah bening untuk mengetahui tipe kanker limfoma yang diderita.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help