Pelaksanaan Reklamasi Pascatambang Koba Tin Terkesan Tertutup, dari 1.500 hektar baru 700 hektar

Dari data yang didapat sebanyak 1.500 hektar lahan eks Kobatin harus direklamasi. Sampai saat ini baru 700 hektar lahan baru dilakukan reklamasi.

Pelaksanaan Reklamasi Pascatambang Koba Tin Terkesan Tertutup, dari 1.500 hektar baru 700 hektar
Bangka Pos / Riki Pratama
Pintu masuk PT Koba Tin, yang berada di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah foto diambil, Senin (26/3/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sejak pemerintah pusat mengambil keputusan memutus kontrak karya PT Koba Tin pada 2013 lalu pihak perusahaan tambang terbesar di Bangka Tengah ini harus diwajibkan melaksanakan kegiatan pascatambang yaitu reklamasi terhadap lahan eks tambangnya.

Dari data yang didapat sebanyak 1.500 hektar lahan eks Kobatin harus direklamasi. Sampai saat ini baru 700 hektar lahan baru dilakukan reklamasi.

Dalam pelaksanaan kegiatan reklamasi pihak perusahan dianggap tertutup dan tidak melibatkan banyak pihak dalam upaya melaksanakan kegiatan paska tambangnya.

Hal itu dikatakan oleh Staf ahli pertambangan Pemkab Bangka Tengah, Syahrial menjelaskan bahwa selama ini pihaknya hanya menerima laporan terkait kegiatan reklamasi pihak Koba Tin, namun tidak secara langsung diajak untuk melihatnya.

"Dari laporan yang disampaikan kegiatan paska tambang Koba Tin mereka sudah menjalankan kegiatam reklamasi dengan program CSRnya, sesuai dengan susunan usulan secara peruntukan," jelas Syahrial kepada wartawan, Senin (26/3/2018)

Dalam melaksanakan kegiatan reklamasi, Syahrial mengatakan juga tidak pernah melihat langsung ke lokasi reklamasi, mereka hanya menerima laporan dari pihak perusahaan. Selain itu menurutnya seharusnya kegiatan reklamasi mengundang serta mengajak semua elemen untuk melihat secara langsung kegiatan tersebut.

"Seharusnya harus melihat secara langsung, tetapi kami sifatnya menerima laporan, tidak bersama sama di ajak kelapangan, tetapi seharusnya ada pemantauan dan mengajak semua elemen bersama sama melihat ke lokasi mana yang dilakukan reklamasi,"ujarnya

Ia menambahkan dalam melaksanakan reklamasi, pihak Koba Tin juga terlambat melakukan reklamasi yang baru mereka mulai sejak 2016 lalu, sejak mereka menghentikan aktifitas tambang di 2013.

"Mereka juga terlambat memulai reklamasi pada 2016, dan hingga saat ini baru sekitar 700san hektar kurang lebih, lahan yang sudah direklamasi, seperti di daerah Merbuk, Bemban, dan Kepo wilayah Kabupaten Bangka Selatan,"lanjutnya

Terpisah, bangkapos sempat berusaha mengkonfirmasi kepada pegawai yang berwenang menanggapi masalah ini, yaitu Chandra pihak kantor paska tambang Kobatin, Ia mengatakan hal itu tidak bisa jelaskan, menurutnya ada pimpinan yang harus menjelaskanya.

"Belum pulang Pak Fauza, mungkin baru Rabu pulang, jadi senin depanlah, saya sudah minta izin ke Jakarta untuk sampaikan ke pak Fauza,"jelasnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved