Home »

Lokal

» Bangka

Dituntut 7 Bulan Penjara, Bos Timah Kudai Minta Hukuman Diperingan

Pada intinya terdakwa menyesali perbuatannya, mengaku bersalah dan meminta keringanan hukuman

Dituntut 7 Bulan Penjara, Bos Timah Kudai Minta Hukuman Diperingan
Bangkapos/Fery Laskari
Terdakwa Efendi alias Aki 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Rupanya tuntutan tujuh bulan penjara yang diajukan jaksa, masih terlalu berat bagi Efendi alias Aki (38).

Bos timah asal Kudai Sungailiat Bangka ini meminta hukuman lebih ringan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (27/3/2018).

Sidang pembelaan (pledoi) dilaksanakan, Selasa (27/3/2018) dipimpin Ketua Majelis Hakim Sarah Louis Simanjuntak.

Saat sidang, Terdakwa Efendi alias Aki  mengaku menyesali perbuatannya dan menyatakan tak akan mengulangi perbuatan.

Dia juga meminta keringanan hukuman pada mejlis hakim. "Saya mohon agar majelis hakim meringankan hukuman," katanya.

Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Sianjuntak diwakili Humas R Narendra Mohni didampingi Anggota Majelis agakim, Jonson Parancis, Selasa (27/3/2018) mengatakan, permohonan terdakwa disampaikan dalam sidang agenda pledoi.

"Pada intinya terdakwa menyesali perbuatannya, mengaku bersalah dan meminta keringanan hukuman," kata Narendra, mengutip keterangan Anggota Majelis Hakim, Jonson Parancis.

Permohonan itu akan dipertimbangkan oleh majelis hakim melalui musyawarah majelis.

Hasil musyawarah akan dituangkan dalam amar putusan nanti, saat sidang berikutnya. "Agenda sidang tinggal putusan. Rencananya agenda sidang putusan, digelar pekan depan, " katanya.

Sidang pekan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ikhwan, Risol dan Aditia Sulaeman menuntut Terdakwa Efendi alias Aki (38), tujuh bulan penjara.

Terdakwa dianggap terbukti melanggar
Pasal 161 Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 karena menampung pasir timah ilegal.

Dia disergap oleh Tim Subdit IV Tipidter Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, beberapa bulan lalu.

Efendi alias Aki diduga membeli pasir timah dari penambang ilegal alias tanpa ijin.Ketika penyergapan terjadi, polisi menemukan barang bukti enam kampil (karung) pasir timah, berat 175 Kg.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help