Harga Ayam Boiler Tak Stabil, Pedagang Khawatir Angka Penjualan Menurun

Harga komoditi ternak ayam boiler tidak menentu periode Maret 2018. Berdasarkan pantauan Bangka Pos, harga sempat bekisar

Harga Ayam Boiler Tak Stabil, Pedagang Khawatir Angka Penjualan Menurun
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Ayam Boiler di Pasar Ratu Tunggal 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Harga komoditi ternak ayam boiler tidak menentu periode Maret 2018. Berdasarkan pantauan Bangka Pos, harga sempat bekisar Rp. 28.000 – Rp 30.000 kemudian naik menjadi Rp. 35.000 pada (25/3/2018).

Sementara, hari ini harga turun bekisar Rp. 31.000- Rp. 32.000 perkilogram, Selasa (27/3/2018).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menegah dan Perdagangan Kota Pangkalpinang melalui  Kabid Perdagangan, Eka Subehi mengatakan harga komoditi ternak berbeda di dua pasar, yakni Pasar Ratu Tunggal dan Pasar Pagi Kampung Melayu.

Ia memaparkan harga ayam boiler di Pasar Ratu Tunggal tidak mengalami kenaikan dari (26/3/2018) lalu, harga tetap di Rp. 32.000,- perkilogram.

Sementara, di Pasar Pagi Kampung Melayu mengalami kenaikan Rp. 1.000,. Semula harga Rp. 32.000 menjadi Rp. 33.000 perkilogram.

Satu diantara pedagang daging ayam boiler di Pasar Ratu Tunggal, Firdaus mengatakan harga cendrung tidak stabil pada pekan ini. Dua hari yang lalu kenaikan harga sempat mencapai Rp. 35.000 perkilogram. Sementara, kemarin turun menjadi Rp. 32.000 dan cendrung stabil sampai hari ini.

“Saya tidak tau penyebab pastinya kenapa harga naik-turun. Saya hanya mengikuti harga pasaran saja. Barangkali karena daya permintaannya juga menyebabkan hal itu terjadi. Tapi, saya juga khawatir jika harga ayam naik-turun berdampak terhadap angka penjualan,” jelas Firdaus

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved