Bukannya Marah, Ibu Ini Peluk dan Doakan Pembunuh Anaknya Saat di Pengadilan

Pada 28 Juni 2015, di South Cumminsville, Amerika Serikat, Suliman Abdul-Mutakallim sedang berjalan pulang dari White Castle

Bukannya Marah, Ibu Ini Peluk dan Doakan Pembunuh Anaknya Saat di Pengadilan
en.goodtimes.my
Rukiye dan kisah pembunuhan anaknya 

BANGKAPOS.COM - Pada 28 Juni 2015, di South Cumminsville, Amerika Serikat, Suliman Abdul-Mutakallim sedang berjalan pulang dari White Castle.

Dia baru saja makan malam bersama istrinya.

Tiba-tiba, dia ditembak di bagian belakang kepala.

Tiga orang tak dikenal telah merampoknya.

Suliman tewas seketika di trotoar.

Petugas mengatakan bahwa dompetnya kemungkinan berisi kurang dari USD 60 setara Rp 780 ribu.

Dilansir TribunTravel.com dari laman en.goodtimes.my, Suliman adalah veteran Angkatan Laut berusia 39 tahun, yang dikenal juga dengan nama "Sam".

Suliman Abdul-Mutakallim
Suliman Abdul-Mutakallim (en.goodtimes.my)

Polisi berhasil menangkap ketiga tersangka.

Satunya adalah Javon, seorang anak berusia 14 tahun yang tertangkap dalam video pengawasan menarik uang dari saku depan celana Suliman tepat setelah penembakan.

Javon terlihat menyerahkan uang kepada dua tersangka lainnya.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help