Pemutusan Listrik di Gabek Karena Pelanggan Belum Membayar


Solusi agar PLN tidak memutus tersebut adalah menggunakan listrik prabayar. Oleh karena itu, kami sangat

Pemutusan Listrik di Gabek Karena Pelanggan Belum Membayar

bangkapos.com/Khamelia
Agus Yuswanta 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA --Deputi Manager Hukum dan Humas PLN wilayah Bangka Belitung, Agus Yuswanta menjelaskan PLN sangat tidak ingin memutus aliran listrik pelanggan.

Namun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku listrik di rumah pelanggan akan diputus apabila pelanggan belum menyelesaikan kewajibannya sesuai ketentuan.

Pernyataan ini diungkapkannya menanggapi keluhan seorang warga Gabek kota Pangkalpinang (Safri Rahman), yang menyatakan pemutusan aliran listrik tanpa pemberitahuan setelah perubahan meteran listrik ke token hingga menyebabkan 2 hari tanpa listrik.

"Solusi agar PLN tidak memutus tersebut adalah menggunakan listrik prabayar. Oleh karena itu, kami sangat antusias dengan mensosialisasikan dan menawarkan selalu listrik prabayar ke masyarakat," tuturnya kepada bangka pos melalui telpon,  Rabu (28/3).

Ia juga menambahkan dalam kasus yang terjadi di Gabek tersebut pelanggan belum menyelesaikan kewajibannya dalam membayar rekening listrik.

"Kalau belum membayar listrik, yang jelas tidak ada pemberitahuan dong," tutupnya.

Sebelumnya Safri Rahman, Warga Gabek Kota Pangkalpinang mengeluhkan pemutusan aliran listrik sepihak oleh PLN Rayon Pangkalpinang. Keberatan itu, diungkap warga yang sudah membayar kewajiban.

Safri menjelaskan kepada bangkapos melalui telpon , bahwa dirinya sudah membayar namun tidak ada pemberitahuan tentang pemutusan hal tersebut, Rabu (28/3/2018).

"Rumah saya ini sudah dua hari tanpa listrik,  hal ini dikarenakan ada perubahan aliran listrik dari meteran ke token," ucapnya dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa pihak PLN rayon pangkalpinang seharusnya mensosialisasikan hal tersebut jangan semena-mena memutuskan aliran listrik, kalau begini kan kami juga merasa dirugikan.

Terkait hal itu, dia juga akan mengajukan keberatan ke PLN. Dan bukan hanya dia saja, tetapi beberapa warga pun mengalami hal serupa.

"Saya warga negara yang taat hukum dan kewajiban. Semoga ini menjadi pembelajaran yang baik untuk semua," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Wilayah Ombudsman Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin mengatakan memang banyak laporan mengenai keluhan aliran listrik pada tahun 2017.

"Ada 11 laporan mengenai kasus PLN rayon pangkalpinang,  kebanyakan tentang penggantian KWH listrik prabayar tanpa sosialisasi," ucapnya.
Jumli juga menuturkan pada tahun lalu kita sudah menggubris laporan tersebut serta tahun 2018 ada 1 laporan mengenai keluhan perubahan status listrik tanpa pemberitahuan. (*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved