Janda Pasuruan Cari Kepuasan Lalu Jadi PSK, di Aceh Malah Ngaku untuk Bayar Kredit Motor

SF memutuskan terjun ke dunia prostitusi karena ingin mencari kepuasan batin. Sebab ia telah lama bercerai dengan suaminya

Janda Pasuruan Cari Kepuasan Lalu Jadi PSK, di Aceh Malah Ngaku untuk Bayar Kredit Motor
Serambinews.com
Sejumlah wanita muda yang diduga korban kasus prostitusi online dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Senin (23/10/2017). Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap seorang mucikasi dengan inisial (AI) yang diduga melakukan bisnis prostitusi online di salah satu hotel berbintang di kawasan Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017). 

BANGKAPOS.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menjaring enam PSK di warung remang-remang di Kecamatan Kraksaan.

Satu di antaranya mengaku jadi PSK karena butuh kepuasan batin setelah lama menjanda.

Dalam sehari, SF (29), PSK asal Pasuruan, melayani tiga hingga lima pria hidung belang.

Selain batin terpuaskan, dia juga dapat uang.

“Saya dapat Rp 100.000 dari satu tamu. Tiap hari saya biasanya melayani tiga sampai lima pria. Satu tamu saya minta Rp 100.000. Soal uang gak masalah, kebutuhan batin saya yang penting terpenuhi,” katanya, Jumat (30/3/2018).

Tak seperti wanita kebanyakan yang menjadi PSK akibat faktor ekonomi, SF memutuskan terjun ke dunia prostitusi karena ingin mencari kepuasan batin.

Sebab ia telah lama bercerai dengan suaminya, sehingga tak tersentuh laki-laki semenjak menjadi janda.

“Saya sudah lama cerai dengan suami. Padahal dikaruniai dua anak. Rumah tangga saya hancur,” jelasnya.

Menurut SF, tak semua wanita yang menjadi PSK bermotif ekonomi.

Selain faktor kebutuhan biologis, sebagian juga karena frustasi rumah tangga berantakan.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved