Suka Ciuman Sembarangan, Awas Ada Bahaya Mengintai, Kecuali Kalau Mau Ketularan Penyakit Ini

Berciuman dengan kekasih atau pasangan tersayang kerap terjadi. Di balik perasaan senang dan bahagia setelah berciuman, ternyata

Suka Ciuman Sembarangan, Awas Ada Bahaya Mengintai, Kecuali Kalau Mau Ketularan Penyakit Ini
plus.google.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Berciuman dengan kekasih atau pasangan tersayang kerap terjadi.

Di balik perasaan senang dan bahagia setelah berciuman, ternyata ada bahaya mengintai kalau dilakukan tidak hati-hati.

Salah satunya, ciuman bisa menjadi media penyebaran sariawan.
Demikian dikatakan Ketua Ikatan Spesialis Penyakit mulut Indonesia, drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, Ph.D.

Sariawan sendiri dicetuskan oleh beragam faktor, seperti trauma, hormonal, keturunan, dan kekurangan zat besi serta asam folat. Sariawan seperti ini termasuk jenis yang normal.

Namun, ada juga sariawan yang tidak normal, yang merupakan akibat serangan virus.
Lantas sariawan yang seperti apa yang akan ditularkan lewat ciuman? Rahmi menjawab, sariawan yang disebabkan viruslah yang dikhawatirkan akan menjangkit lawan ciuman kita.

“Kenali dulu sariawan yang kita derita. Apabila salah satunya karena virus, maka ciuman menjadi salah satu cara menularkan sariawan tersebut,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (29/3/2018).

Proses penularan sariawan lewat ciuman dimulai saat bibir bersentuhan. Lalu ketika bibir terbuka, virus akan berpindah.

Apalagi, ciuman seringkali melibatkan proses pertukaran air liur. Padahal, air liur menjadi hunian kesukaan virus.

“Air liur bisa mengandung mikroorganisme seperti virus. Dari situ ciuman menularkan sariawan,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia belum bisa memastikan berapa banyak virus yang masuk ke mulut lawan ciuman. Hal ini lantaran belum ada penelitian yang mengamati hal tersebut.
Untuk itu, Rahmi menyarankan, sebaiknya kontak langsung lewat ciuman dengan pasien sariawan karena virus ditunda terlebih dahulu.

Ini untuk mencegah penyebaran sariawan dan penyakit lainnya. Selain itu, tidak melakukan ciuman ketika sariawan bisa mengurangi tingkat keparahannya.
Pasalnya, luka sariawan mudah teriritasi dengan aktivitas kecil seperti membuka mulut, makan, apalagi jika berciuman.

Untuk diketahui, serangan virus pada rongga mulut memang kerap menyebabkan sariawan. Rahmi mengatakan, jenis virusnya seperti human herpes virus, entero virus, virus HIV, dan virus kosaki. Virus tersebut bersarang di cekungan sariawan.
Kemudian, masyarakat juga perlu mengetahui tanda sariawan karena virus.
Umumnya, sariawan akibat virus berbentuk lenting dengan dasar berisi air. Ukurannya kecil dan jumlahnya banyak. Biasanya, sariawan jenis ini menggerombol dalam satu bagian di rongga mulut.

“Tanda khas lain dibandingkan sariawan normal adalah disertai demam dan gusi bengkak,”ucap Rahmi. (kompas.com)

Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved