Pengakuan Mengejutkan Abg Putus Sekolah, Alasannya Bikin Ngelus Dada

Pendidikan di bangku sekolah menjadi sesuatu yang penting di era teknologi saat ini.

Pengakuan Mengejutkan Abg Putus Sekolah, Alasannya Bikin Ngelus Dada
Bangka Pos / Disa Aryadi
Sejumlah pelajar di SD Negeri 22 Manggar, ketika memanfaatkan waktu istirahat belajar. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Pendidikan di bangku sekolah menjadi sesuatu yang penting di era teknologi saat ini.

Namun tidak sedikit yang memilih untuk mengakhiri sekolahnya dengan berbagai alasan.

Padahal pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi pentingnya sekolah bahkan mengeluarkan program wajib belajar 12 tahun.

Hal ini ternyata belum sepenuhnya berhasil, bahkan sebagian orang berpendapat cukup bisa menghitung dan membaca maka itu sudah cukup tidak perlu sekolah tingi-tingi, apalagi biaya pendidikan tinggi cukup menguras kantong mereka yang berpenghasilan rendah.

Kalau alasan ekonomi mungkin bisa dimaklumi, namun mirisnya sejumlah kasus ditemukan kebanyakan dari anak-anak baru gede ini lebih memilih putus sekolah karena terpengaruh lingkungan sekitarnya seperti yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur.

Fitriani (15) warga Belitung Timur ini memilih berhenti sekolah sejak duduk di bangku kelas 2 SD.

Hingga kini perempuan yang duduk di salah satu SD negeri di Manggar juga tidak tertarik kembali ke bangku sekolah.

Berbagai cara telah dilakukan orangtuanya agar sang buah hati tetap melanjutkan sekolah. Namun apa daya sang anak tetap ngotot tidak mau sekolah.

" Dia (FT) yang ingin berhenti  kami sudah beberapa kali mencegah, tapi memang dasar anaknya. Sekarang sih tidak ada gawe (kerja) apa-apa, cuma begini sajalah dirumah. Kami sudah berupaya mencoba untuk minta dia sekolah, tapi tidak mau," kata Ayung (44), orangtua Fitriani kepada posbelitung.co, Minggu (1/4/2018).

" Kerja tidak ada juga. kami sih maunya dia sekolah lagi. bukan kami tidak mampu menyekolahkannya tapi memang dasar anaknya," tambah Ayung 

Fitriani kesehariannya beraktivitas bersama teman sebayanya. Namun rasa menyesal, tidak tampak diraut wajah wanita berambut panjang tersebut, bahkan saat ditanya posbelitung.co.id dengan gamblang dan santai dirinya mengakui tidak sekolah karena kemauannya sendiri.

Keputusan berhenti sekolah diakui Fitriani mungkin disebabkan pengaruh dari kawan-kawanya saat itu yang juga merupakan anak putus sekolah.

" Iya memang teman aku dulu juga tidak sekolah, jadi terikut mungkin. sekarang tidak ada niat pengen sekolah lagi. bukan karena orangtua, tetapi karena saya sendiri tidak mau sekolah. tidak minder karena teman-teman saya juga tidak sekolah," ucapnya lugas.(*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved