Divonis Empat Bulan Kolektor Timah Kudai Tinggal Hitung Hari Lalu Bebas

Terdakwa Efendi alias Aki (38) yang merupakan kolektor timah Kudai dinyatakan terbukti bersalah.

Divonis Empat Bulan Kolektor  Timah Kudai Tinggal Hitung Hari Lalu Bebas
Bangka Pos/Fery Laskari
Terdakwa Efendi alias Aki saat mendengarkan vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak didampingi Dua Anggota Majelis, Jonson Parancis dan Beny Yoga Dharma, Selasa (3/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Terdakwa Efendi alias Aki (38) yang merupakan kolektor timah Kudai dinyatakan terbukti bersalah. Namun demikian, dia hanya dijatuhi vonis empat bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (3/4/2018).

Artinya, beberapa hari kedepan setelah vonis, terdakwa bakal bebas menghirup udara segar.

Sebab pidana yang dijatuhkan hakim segera berakhir setelah dipotong masa tahanan rumah dan tahanan rutan sementara yang sudah dilalui sebelumnya.

"Mengadili, Terdakwa Efendi alias Aki terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, melakukan perbuatan sebagaimana membeli, menampung dan mengelola mineral yang bukan dari ijin usaha pertambangan, IUP, IUPK sebagaimana dakwaan tunggal jaksa penuntut umum," kata Ketua Majlis Hakim PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak mengawali amar putusan yang dia bacakan, Selasa (3/4/2018) petang di ruang sidang pengadilan setempat.

Karena dianggap terbukti, Sarah Louis Simanjuntak didampingi dua anggota majelis hakim, Jonson Parancis dan Beny Yoga Dharma, kemudian menjatuhkan pidana pada Terdakwa Efendi alias Aki, selama empat bulan.

Terdakwa juga dikenakan denda Rp 10 Juta, subsider dua bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana selama empat bulan penjara kepada terdakwa, denda Rp 10 juta, atau jika tidak membayar denda diganti kurungan selama dua bulan, perintah tetap ditahan," kata Sarah, seraya menyebutkan beberapa hal yang meringankan terdakwa dan memberatkan terdakwa dalam putusan.

Tentu saja, mendengar putusan ini, Terdakwa Efendi alias Aki langsung menyatakan sikap menerima. "Saya terima bu hakim,." katanya. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU Pengganti) Aditia Sulaeman dari Kejari Bangka mewakili Jaksa Utama, Iksan dan Risol dari Kejati Babel, menyatakan sikap serupa.

"Sebelumnya Terdakwa Efendi alias Aki sudah menjalani masa tahanan rumah dan tahanan rutan, total sekitar 3,5 bulan. Sehingga setelah dipotong masa tahanan itu, maka vonis empat bulan tinggal dijalani kurang dari dua minggu lagi," kata Aditia saat dikonfirmasi Bangka Pos Groups, usai sidang.

Sementara itu, Terdakwa Efendi alias Aki, tak mau berkomentar ketika ditemui Bangka Pos Groups dan sejumlah wartawan di pengadilan ini.

Kolektor Timah ini memilih diam, seraya melangkahkan kaki meninggalkan awak media.

"Yang jelas, majelis hakim punya pertimbangan meringankan dan memberatkan dalam hal menjatuhkan putusan. Jadi putusan empat bulan bukan karena ada apa-apanya, bukan karena ada intimidasi, melainkan karena pertimbangan yang sudah dibacakan saat sidang putusan tadi," tambah R Narendra Mohni, Humas PN Sungailiat mewakili Ketua PN Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak, Selasa (3/4/2018).

Narendra membantah jika putusan majelis hakim karena dipengaruhi hal-hal berbau negatif, termasuk sogokan uang atau sejenisnya. Isu seperti ini tidak benar, karena putusan sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim.

"Wah jangan terlalu suuzon gitu mas. Kita ini pengadilan, kekuasaannya bebas, tidak ada intervensi atau hal lain seperti itu. Putusan dibuat karena ada hal yang memberatkan dan hal yang meringankan. Dalam menjatuhkan putusan, kita lihat sudah berapa kali terdakwa melakukannya, dia koperatif atau tidak, dia menyesal atau tidak, itu sebagai bahan pertimbangan juga,," kata Narendra menepis isu negatif yang beredar.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved