Hindari Terjadinya Tindak Krimimal, Penjabat Sekda Bangka Minta Bendahara Gunakan Aplikasi Non Tunai

Penjabat Sekda Bangka Achmad Mukhsin mengingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya para bendahara menggunakan transaksi non tunai

Hindari Terjadinya Tindak Krimimal, Penjabat Sekda Bangka Minta Bendahara Gunakan Aplikasi Non Tunai
Bangka Pos / Nurhayati
Kegiatan sosialisasi internet banking yang diselenggarakan Pemkab Bangka bersama Bank Sumsel Babel, Selasa (3/4/2018) di Ruang Rapat Bina Praja 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Penjabat Sekda Bangka Achmad Mukhsin mengingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) khususnya para bendahara menggunakan transaksi non tunai.

Apalagi instruksi ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan peraturan presiden mengenai pengelolaan keuangan negara.

Menurutnya penggunaan transaksi non tunai ini dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai tanggal 1 Januari 2018 oleh pemerintah daerah.

Untuk itulah Pemkab Bangka bekerjasama dengan pihak Bank Sumsel Babel dalam penggunaan aplikasi untuk transaksi non tunai tersebut.

"Diharapkan para bendahara dapat menggunakan transaksi ini tidak ada pembayaran tunai. Ini untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi bertransaksi," kata Mukhsin saat membuka sosialisasi internet banking, Selasa (3/4/2018) di Ruang Rapat Bina Praja.

Selain itu penggunaan transaksi non tunai ini untuk keamanan karena terkadang jika bendahara mengambil uang di bank untuk keperluan pembayaran gaji atau honor pegawai bisa saja terjadi tindak kriminalitas seperti di rampok.

"Banyak kejadian karena kita menggunakan fasilitas tunai seperti pembayaran gaji atau honor ada yang memanfaatkan situasi itu sehingga jadi korban kriminalitas. Kita harus mempertanggungjawabkan kehilangan uang itu. Dengan non tunai tidak terjadi lagi," saran Mukhsin.

Pada kesempatan ini Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka Kamil Abu Bakar menanyakan apakah semua kartu bisa cocok dengan aplikasi internet bangking Bank Sumsel Babel.

Diakuinya dari pihak inspektorat juga belum menginstal aplikasi itu. Dia menanyakan kapan paling lama penerapan aplikasi tersebut di semua OPD di Pemkab Bangka.

Kamil juga menyebutkan setiap sms banking dikenakan biaya Rp 600 rasanya terlalu mahal.

"Ini di Bulan Januari tidak semua SKPD menggunakan aplikasi itu, paling lama kapan? Saya khawatir di tingkat bawah menjadi persoalan karena pembayaran gaji atau honor bisa berpengaruh terhadap cara pandangan PNS dan honorer terhadap kebijakan pemda jika terlambat. Nanti yang akan dipersalahkan pimpinan di Kabupaten Bangka padahal karena aplikasi internet bankingnya, saya rasa itu rasanya tidak adil. Kami berharap seluruh SKPD dalam penggunaannya tanpa hambatan dan tidak menimbulkan kesan menyalahkan pemda," ungkap Kamil.

Dijelaskan Dedy Yusfianto selaku Pengelola Teknologi dan Informasi Bank Sumsel Babel mengenai tarif sms banking di Bank Sumsel sejak awal Maret 2018 seluruh biaya sms banking gratis ditanggung oleh pihak bank.

"Setiap notifikasi di handphone sebelumnya dikenakan biaya terhitung Maret kemarin gratis," kata Dedy.

Sedangkan terkait provider jaringan internet, Bank Sumsel Babel akan bekerjasama dengan seluruh provider tetapi tergantung kekuatan provider masing-masing.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help