Pemkot Tunggu Perkembangan Rencana TPA Regional‎ di Jelutung

Kami sedang menunggu perkembangan setelah hasil studi banding itu, apakah nanti bisa diterapkan di Desa Jelutung. Sampai

Pemkot Tunggu Perkembangan Rencana TPA Regional‎ di Jelutung
Ira Kurniati
Pjs walikota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-‎ ‎Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin mengatakan, pihaknya sedang menunggu progres perkembangan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Ini ia sampaikan merespons adanya sinyal dari Pemkab Bangka Tengah mengenai kepastian pembangunan TPA-yang sebelumnya mendapat penolakan warga setempat.

‎Asyraf mengatakan, warga Jelutung sudah diajak ke Balikpapan guna mengamati proses pengolahan sampah dari awal sampai akhir di sana.

"Kami sedang menunggu perkembangan setelah hasil studi banding itu, apakah nanti bisa diterapkan di Desa Jelutung. Sampai saat ini, Pemkab Bateng, bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, bersama Pemkot Pangkalpinang, mungkin bisa melapor perkembangannya ke Pak Gubernur," tutur Asyraf‎ ditemui Bangka Pos di Kantor Camat Taman Sari seusai membuka dan memberikan arahan pada kegiatan monitoring dan evaluasi administrasi kecamatan dan kelurahan se-Kota Pangkalpinang, Selasa (3/4/2018).

Senada, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Kebersihan Kota Pangkalpinang Jumhari menuturkan, pihaknya menunggu perkembangan rencana TPA regional ini dari Pemprov Babel.

"Koordinasinya ke provinsi. Kalau katanya bisa, ya kami bisa buang (sampah ke TPA baru)," kata Jumhari kepada Bangka Pos.

Saat ini, Pangkalpinang dinyatakan sedang kesulitan mencari lahan baru untuk TPA. Adapun TPA Pangkalpinang yang ada di Parit Enam dinilai sudah lumayan penuh dan diprediksi hanya akan sanggup menampung sampah hingga dua tahun ke depan.

Alternatif TPA baru diperlukan untuk mengantipasi hal tersebut. Jumhari menyebut, dalam sehari TPA Parit Enam dapat menampung 110 ton.‎‎

Setidaknya hingga dua tahun ke depan, TPA Paritenam diprediksi tak dapat lagi menampung sampah Pangkalpinang.

"110 ton itu kalau normal, tapi kalau musim buah, musim lebaran, itu volumenya pasti meningkat. Sekarang masih bisa tampung, tapi umurnya memang tidak panjang lagi, ya sekitar dua atau tiga tahun lagi," ucap dia. (*)‎

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved