Teddy Prihatin Banyak Pelanggaran HAM Di Lingkungan Pendidikan

Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Bangka Teddy Sudarsono menilai saat ini banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi

Teddy Prihatin Banyak Pelanggaran HAM Di Lingkungan Pendidikan
Istimewa
Kegiatan Diseminasi HAM bagi guru, orang tua dan siswa sekolah yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bagian Hukum dan HAM Setda Bangka, Selasa (3/4/2018) di ruang Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Bangka Teddy Sudarsono menilai saat ini banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di lingkungan pendidikan karena kurangnya wawasan pendidikan HAM yang ditanam sejak dini termasuk di dunia pendidikan. 

Pelanggaran HAM banyak dilakukan oleh siswa sekolah yang korbannya siswa lain, begitu juga sebaliknya guru yang menjadi korban pelanggaran HAM. Dengan demikian pendidikan HAM bagi guru menjadi sama penting dengan pendidikan HAM bagi siswa.

"Kegiatan Diseminasi HAM dilaksanakan dalam rangka mendorong pemahaman Hak Asasi Manusia bagi guru, komite sekolah, pengurus Osis, SMA, SMK/MA se Kabupaten Bangka sebagai salah satu bentuk upaya mendorong agar penyeragaman persepsi hak asasi manusia di dunia pendidikan serta yang melatarbelakangi hal tersebut adalah masih banyak tantangn yang dihadapi dalam penegakkan HAM di sekolah," ungkap Teddy melalui rilis yang disampaikan Humas dan Protokol Setda Bangka saat membuka kegiatan Diseminasi HAM bagi guru, orang tua dan siswa sekolah yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Bagian Hukum dan HAM Setda Bangka, Selasa (3/4/2018) di ruang Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Menurutnya diseminasi HAM yang diselenggarakan untuk memberikan pemahamanan kepada para peserta bahwa HAM merupakan hak yang diberikan langsung oleh Tuhan yang Maha Pencipta yaitu hak - hak yang bersifat kodrati, oleh karena itu tidak ada kekuasaan apapun di dunia yang dapat mencabutnya, meskipun demikian bukan berarti dengan hak - haknya dapat berbuat sesukanya. 

Teddy menegaskan, jika seseorang melakukan sesuatu yang dapat dikatagorikan melanggar hak asasi orang lain, maka ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Disebutkannya dalam Pasal 31 Ayat 3 UUD 45 menyebutkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Selanjutnya pasal 12 Undang Undang Nomor 39 tahun 1999 menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggungjawab, berakhlak mulia, bahagia, dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia.

Oleh karena itu perlunya pendidikan HAM sejak dini bertujuan memberikan pengertian dan wawasan kepada seluruh masyarakat tentang arti pentingnya memahami hak-hak dan kewajiban setiap warga negara terhadap hak asasi manusia. 

Pendidikan HAM diberikan secara baik dan benar agar kehidupan manusia berkualitas ditengah euforia kebebasan menyikapi penerapan HAM.

 "Pendidikan HAM perlu diberikan kepada siswa - siswi mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas sehingga mereka bisa membedakan mana yang merupakan hak dan mana yang merupakan kewajibannya," jelas Teddy.

Sedangkan pendidikan HAM di sekolah dimasukan ke dalam mata pelajaran PPKN sesuai dengan kurikulum nasional.

Ia mengatakan, HAM tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Di dunia pendidikan semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ilmu di sekolah tanpa membedakan ras, suku bangsa, gender, maupun lainnya.

"Pendidikan merupakan salah satu proses pendewasaan diri sehingga orang akan dapat menjalani kehidupannya dengan baik tanpa membeda - bedakan dan berlaku untuk semua manusia di bumi," ungkap Teddy.

Kegiatan ini  diikuti para guru, Komite Sekolah, Pengurus OSIS SMA/SMK/MA se kabupaten Bangka.

Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved