Tragis, Bayi Baru Lahir Ini Diculik Kera dan Dibuang ke Dalam Sumur Hingga Tewas

seorang bayi baru lahir ditidurkan ibunya di tempat tidur yang diberi kelambu di rumahnya. Tiba-tiba seekor kera

Tragis, Bayi Baru Lahir Ini Diculik Kera dan Dibuang ke Dalam Sumur Hingga Tewas

BANGKAPOS.COM-- – Siapa sangka kera juga bisa menjadi penculik anak. Insiden yang terdengar agak aneh ini terjadi di desa Talabasta, distrik Cuttack, negara bagian Odisha, India.

Pada Jumat (30/3/2018), seorang bayi baru lahir ditidurkan ibunya di tempat tidur yang diberi kelambu di rumahnya.

Tiba-tiba seekor kera rhesus makaka masuk ke rumah dan mengambil bayi tersebut. Ibu sang bayi mengklaim bahwa ia melihat kera mengambil bayinya.

Disebutkan, ibu yang tidak disebutkan namanya itu berusaha menyelamatkan bayinya, tetapi kurang cepat. “Ibunya bilang bahwa ia melihat seekor kera membawa kabur bayinya,” kata inspektur polisi S.M. Baral, kepada AFP.

“Ia mencoba menyelamatkan tetapi kera itu melompat dengan cepat ke atap dan kemudian menghilang.” Ia menambahkan, para polisi, warga, dan juga petugas kehutanan melakukan pencarian.

undefined
Bayi ditemukan tewas di dalam sumur.

Akhirnya, pada Minggu (31/3/2018), bayi malang itu ditemukan telah tewas di dalam sebuah sumur milik tetangganya di desa Talabasta.

Pihak berwenang meyakini bahwa kera yang menculiknya, telah menjatuhkan bayi malang itu ke dalam sumur. Dari pemeriksaan mayat memperlihatkan bayi itu tewas karena sesak nafas akibat dijatuhkan ke dalam sumur.

“Tidak ada tanda-tanda luka pada mayat bayi itu, mungkin kera menjatuhkannya ke dalam sumur,” tambah S.M. Baral.

Tidak ada kasus yang dicatatkan karena keluarganya berkeyakinan bahwa kera yang telah membunuh anak mereka.

Dilansir dari situs Mail Online, media setempat menyebutkan kera-kera menjadi suatu gangguan di kawasan itu, dimana anak yang jadi korban.

Pada Maret 2017, sekolah-sekolah di distrik Kendrapada di Odisha ditutup, karena sering diserang kawanan kera. Begitu laporan dari The Hindustan Times.

undefined
Sumur tempat kera membuang bayi.

Di bulan yang sama, seorang petugas pemerintah tewas dengan luka di kepala. Hal itu terjadi setelah seekor kera melompat dari pohon ke kepalanya.

Di negara dengan mayoritas beragama Hindu, kera terlihat di banyak kota, berkumpul di taman, kantor-kantor, dan atap rumah penduduk.

Sering kali hewan itu menyerang orang untuk mendapat makanan. Aktivis di sana mengatakan, invasi habitat alami hewan oleh penduduk kota jadi penyebab masalah tersebut.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help